Soekarno Tergila-gila pada Ibu Kos yang Sudah Bersuami

Perjalanan hidup Soekarno terus bergulir setelah menikahi istri pertamanya, Siti Oetari Tjokroaminoto.

Soekarno Tergila-gila pada Ibu Kos yang Sudah Bersuami
Dok. Keluarga/KOMPAS
Inggit Garnasih (baju hitam) berfoto bersama keluarga pada tahun 1919. Pria berdasi hitam berdiri di belakang Inggit adalah H. Sanoesi (suaminya yang pertama). Foto ini diabadikan di muka rumahnya di Jl. Kebonjati, Bandung. 

BANGKAPOS.COM - Perjalanan hidup Soekarno terus bergulir setelah menikahi istri pertamanya, Siti Oetari Tjokroaminoto, putri tokoh pergerakan nasional Haji Oemar Said Tjokroaminoto.

Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah kost milik Tjokro di Surabaya, Soekarno kemudian pindah ke Bandung pada 1921.

Pindahnya Soekarno ke kota kembang itu untuk menempuh pendidikan di Technische Hooge School (THS), sekarang ITB, jurusan Teknik Arsitektur.

Soekarno dan Oetari tiba di Bandung sekitar seminggu sebelum pelajaran dimulai.

Atas permintaan Tjokro, pasangan yang baru menikah itu tinggal di rumah kost milik Sanusi dan istrinya, Inggit Garnasih.

Beda dunia

Dilansir dari buku Istri-istri Soekarno (Reni Nuryanti dkk/2007), Oetari tampak asing dengan kehidupan barunya di Bandung.

Oetari memang jarang bepergian, karena itu Tjokro secara khusus meminta Sanusi dan Inggit untuk menjaganya.

Di sisi lain, bahtera rumah tangganya dengan Soekarno tidak memperlihatkan kehangatan layaknya pasangan muda yang baru menikah.

Inggit Garnasih mampu melihat beda dunia di antara keduanya.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved