Juli 2017, Pangkalpinang Deflasi 0,32 Persen

Pemerintah Kota Pangkalpinang, mengelar Rapat dengar pendapat anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)

Juli 2017, Pangkalpinang Deflasi 0,32 Persen
bangkapos.com/Zulkodri
Suasana Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah Pemerintahan Kota Pangkalpinang, di ruang rapat Setdako Pangkalpinang, Kamis (03/08/2017). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Untuk mengantisipasi serta menerapkan kebijakan agar Kota Pangkalpinang tidak mengalami inflasi atau kenaikan harga sejumlah komoditas.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, mengelar Rapat dengar pendapat anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di ruang rapat Sekda Kota Pangkalpinang, Kamis (03/08/2017).

Rapat sendiri dipimpin langsung Sekda Kota Pangkalpinang, Ratmida Dawam didampingi Kabag Perekonomian Setdako, Iskandar Aidil Fitri, hadir juga Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Bayu Martanto, Kepaka BPS Kota Pangkalpinang, I Ketut Mertayasa, Kepala Bulog Subdrive Bangka Tri Novianti, General Manajer Pelindo II, Hambar Wihaldi, Sekretaris Dishub, Ubaidilah, kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Lie Jun Jie, dosen FE UGM Suhaidar Kabid Perdagangan, Eka Subehi.

Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan Juli 2017 secara umum Kota Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,38 setelah sebelumnya mengalami inflasi sebesar 1,16 persen dengan IHK sebesar 136,38.

Deflasi sendiri terjadi karena adanya penurunan, harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks di dua kelompok pengeluaran yakni kelompok sandang sebesar 0,02 persen serta kelompok komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,48 persen.

" Walaupun terjadi Deflasi ternyata masih ada lima kelompok yang mengalami inflasi yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,50 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,33 persen. Kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,07 persen kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,22 persen," ujar Sekda Kota Pangkalpinang, Ratmida Dawam.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap salah satu penyumbang inflasi yang cukup besar di Pangkalpinang, selain harga tiket transportasi udara. Komoditas ikan juga sebagai penyumbang inflasi cukup tinggi.

" Masalah ini, akan kita cari solusinya bersama seperti apa. Kalau untuk tiket, kita akan terapkan Ambang bawah dan ambang atas sesuai intruksi dari kementerian dan soal perikanan kita akan berkoorsinasi dengan provinsi, soal penataan niaga ikan, serta pengadaan dan pembuatan cool storagenya," ungkap Ratmida.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help