Sandiaga Tanya Kenapa Impor Garam, Ini Jawaban Menohok Menteri Susi

Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno mempertanyakan alasan pemerintah membuka keran impor garam.

Sandiaga Tanya Kenapa Impor Garam, Ini Jawaban Menohok Menteri Susi
KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTRO
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau sebuah tambak garam di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (11/9/2015). Dalam acara Festival Garam Nasional itu, Susi juga berdialog dengan para petani garam dari beberapa daerah dan membahas mengenai upaya meningkatkan harga garam rakyat. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mempertanyakan alasan pemerintah membuka keran impor garam.

Ia menilai kebijakan itu aneh lantaran Indonesia adalah negara maritim dengan laut yang luas.

Pernyataan itu lantas mendapatkan respons dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Melalui akun Twitter pribadinya, Susi menjawab pertanyaan yang disampaikan Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta itu.

"Pak Sandi harusnya tanya kawan-kawannya pengusaha atau importir garam yang sudah puluhan tahun berdagang garam. Kenapa bisa begitu?" tulis Susi seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Menurut menteri nyentrik asal Pangandaran Jawa Barat itu, ia baru 2,5 tahun jadi Menteri Kelautan dan Perikanan dan mengetahui fakta lapangan bahwa harga garam di tingkat petani sangat rendah hanya Rp400 per kg.

Rendahnya harga garam petani itu tutur Susi disebabkan banyak masuknya garam impor murah saat petani garam sedang panen.

Akibatnya, harga jual garam di tingkat petani menjadi sangat rendah.

Sejak 2015 lalu, Susi sempat mengungkapkan ada 7 perusahaan yang bukan produsen-importir tapi mengimpor garam industri.

Hal ini membuat garam impor industri merembes ke pasar dan memukul harga garam produksi petani.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help