AIMI Kerjasama Dengan Posyandu Peringati Pekan ASI

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung mengelar dukungan terhadap pekan menyusui

AIMI Kerjasama Dengan Posyandu Peringati Pekan ASI
bangkapos.com/Ardhina Trisila Sakti
Wakil Ketua AIMI bersama Kader pengurus Posyandu Kenari Jalan Batintikal Taman Sari Pangkalpinang saat sosialisasi pekan ASI, Jumat (4/8) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung mengelar dukungan terhadap pekan menyusui yang diperingati 1-7 Agustus 2017, Jumat (4/8) di Posyandu Kenari Jalan Batintikal Taman Sari Pangkalpinang.

Tiga orang mewakili AIMI memberikan informasi kepada ibu-ibu yang turut serta membawa anak balitanya guna mendapat ilmu mengenai teknik menyusui balita dan manfaatnya.

Posyandu Kenari melayani tiga rukun tetangga (RT), namun hanya tampak belasan orang ibu yang memadati posyandu yang berada di belakang restoran Tan Kasteel ini.

Sosialisasi pekan menyusui dipilih bersamaan dengan pembagian obat cacing dan vitamin A bagi balita secara gratis dan puskesmas.

Wakil Ketua AIMI Bangka Belitung, Mil La mengatakan pemilihan waktu sosialisasi bersamaan dengan pembagian obat gratis memang menjadi nilai lebih untuk menarik minat jumlah ibu-ibu yang tertarik datang ke posyandu Kenari.

"Hari kegiatannya klop karena sasaran kami adalah sosialisasi. Ini pertama kali kami bekerja sama dengan posyandu. Targetnya di posyandu masyarakatnya multi ada ibu dan bayi datang ke sini (posyandu)," jelas Mil La kepada Bangka Pos.

Kedatangan AIMI di posyandu salah satunya untuk mengingatkan empat dasar emas bagi bayi yakni inisiasi menyusui dini, memberikan asi eksklusif selama enam bulan, pemberian makanan dengan bahan lokal dan pemberian asi dari usia enam bulan lanjut sampai usia dua tahun lebih.

Banyak pertanyaan yang diajukan langsung oleh ibu-ibu kepada AIMI salah satunya penasaran dengan bobot tubuh sang bayi yang tak kunjung gemuk meski sudah diberi ASI.

"Ada perasaan minder dari ibu-ibu liat anaknya gak gemuk padahal sudah diberi ASI. Ini kurang pemahaman bahwa komponen terbesar susu dari awal adalah kalori, vitamin, air dan sedikit lemak. ASI terakhir lebih banyak mengandung lemak maka minimal menyusui butuh waktu minimal 30 menit agar anaknya gendut, biasanya ibu-ibu menyusui hanya selama 10-15 menit," jelasnya.

Dijelaskan Mil La, ASI memiliki manfaat besar karena mengandung kolestrum yang dapat membentuk antibodi. ASI yang diterima maksimal oleh bayi mengandung DHA, pembentukan otak, stimulasi, dan memberi level emosional yang lebih stabil.

Selanjutnya AIMI akan bekerjasama memberi sosialisasi pekan ASI dengan dua posyandu lainnya berlokasi di posyandu Mentari Jalan RE. Martadinata mulai pukul 09.00 WIB besok dilanjutkan dengan posyandu Palawija di Kelurahan Sriwijaya Girimaya.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved