PNS Cantik Ini Dibui, Ternyata Ini yang Dilakukannya

Awalnya, Silvi menjalani pemeriksaan di ruang Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bangka, Budy M Nainggolan selama kurang lebih lima jam. Jelang petang,

PNS Cantik Ini Dibui, Ternyata Ini yang Dilakukannya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Silviana Prihartini (27) alias Silvi menangis saat tahu dia menjadi tahanan jaksa Kejaksaan Negeri Bangka, Kamis (3/8). PNS Pemkab Bangka yang sempat menjabat bendahara di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Bangka itu kini menyandang status tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Sosial Tahun Anggaran 2015.

Awalnya, Silvi menjalani pemeriksaan di ruang Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bangka, Budy M Nainggolan selama kurang lebih lima jam. Jelang petang, Budy pun menyampaikan status Silvi.

"Hari ini (kemarin) kita sudah melakukan kegiatan pemeriksaan tersangka, dalam hal ini Saudari Silviana Prihartini alias Silvi. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan," kata Budy kepada wartawan, Kamis (3/8).

"Kita tunggu dulu, karena Silvi masih menangis, saat tahu hari ini (kemarin) dia kita tahan," lanjutnya.

Sisilvian Karom
Sisilvian Karom (Facebook/Sisilvian Karom)

Tak lama kemudian, Silvi dibawa ke luar ruangan Budy. Dia menutup wajah menggunakan rambut panjangnya yang terurai. Silvi bungkam saat dicecar pertanyaan seputar kasus yang menjebloskannya ke Lapas Bukit Semut, Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Silvi tetap bungkam hingga dia naik mobil tahanan Kejari Bangka. Dia didampingi penasihat hukumnya, Jailani.

Seperti diberitakan, dugaan penyelewengan dana Bansos TA 2015 bermula dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Dana yang dikelola DPPKAD Bangka itu dianggarkan dari APBD dan diperuntukkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Di antara peruntukkannya yaitu membantu orang sakit, korban bencana kebakaran, meninggal dunia, dan lain sebagainya.

Kejaksaan mulai menyelidiki dugaan penyelewengan itu setelah masa penyelesaian temuan BPK itu berakhir. Berdasarkan aturan, temuan BPK harus diselesaikan di tingkat pemda dalam kurun waktu 60 hari setelah temuan tersebut disampaikan.

Rugi Rp 1,2 miliar
Kasi Pidsus Kejari Bangka, Budy M Nainggolan mengatakan hasil audit BPK RI menunjukkan perbuatan Silvi diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar. Sebelumnya sempat beredar kabar kerugiannya mencapai Rp 1,9 miliar.

"Untuk kerugian negara berdasarkan final penghitungan oleh BPK RI, sekitar Rp 1.201.500.000," kata Budy.

Ditambahkannya, penetapan Silvi sebagai tersangka dilakukan seiring keluarnya hasil audit oleh BPK RI tentang kerugian negara.

Budy tak menampik kemungkinan ada tersangka lain dalam kasus yang sama. Dia berharap masyarakat atau pihak lain menyampaikan informasi terkait bansos yang dimaksud.

"Kalau ada informasi, tolong sampaikan ke saya, sehingga bisa saya ungkap aliran dananya kemana saja, agar bisa maksimal," ujarnya.

Untuk Silvi, Budy menyebut pihaknya mengenakan Pasal 2, 3, dan 8 Undang-Undang (UU) RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor). Dalam kasus ini, dia mengatakan jaksa telah memeriksa 90 saksi.

Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved