Elvian Sebut Wacana Jual Beli Rumdin dan ATM Kurang Elok

bangunan yang ditawar merupakan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah yang tidak ternilai harganya

Elvian Sebut Wacana Jual Beli Rumdin dan ATM Kurang Elok
bangkapos.com/dok
Ahmad Elvian 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Soal wacana ada tawar menawar harga hingga urusan jual beli rumah dinas Walikota dan Alun-Alun Taman Merdeka (ATM) yang diwacanakan oleh Gubernur dan Walikota Pangkalpinang, menurut Budayawan Kota Pangkalpinang, Akhmad Elvian merupakan langkah yang kurang elok, apalagi hingga menjadi konsumsi publik.

Pasalnya bangunan yang ditawar merupakan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah yang tidak ternilai harganya.

" Kalau gubernur mau mengelola itu sah-sah saja. Tetapi bukan membeli apalagi kita ini, masih satu daerah. Memang secara sejarah rumah dinas walikota itu merupakan residen memang cocok kalau dijadikan rumah dinas gubernur, itu pas. Tetapi dengan syarat, pemerintah provinsi lebih dahulu membangun rumah dinas penganti, alun-alun penganti, dan taman penganti. Semua bisa diselesaikan dan dibicarakan kalau memang mau mebgelola cagar budaya yang bersejarah tersebut," ujarnya kepada bangkapos.com, Senin (09/08/2017).

Ditegaskan, Akhmad Elvian yang selama ini, menjadi pemerhati sejarah di Bangka Belitung mengaku keberatan apabila bangunan itu dinilai secara materil.

" Benda sejarah itu, memiliki nilai yang sukit diukur dengan material. Lebih elok kalau memang pemerintah provinsi mau mengelola, silahkan buat perjanjian atau apa, dengan syarat ada pengantinya, bukan dengan sistem jual beli. Itu benda bersejarah," ungkapnya.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help