Pertumbuhan Ekonomi Babel Triwulan II 2017 Sedikit Melambat

Pertumbuhan ekonomi Babel Triwulan II 2017 tumbuh sebesar 5,36% (yoy) atau sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya

Pertumbuhan Ekonomi Babel Triwulan II 2017 Sedikit Melambat
bangkapos.com/dok
Kepala Perwakilan Bank BI, Bayu Martanto 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Rusaidah

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pertumbuhan ekonomi Babel Triwulan II 2017 tumbuh sebesar 5,36% (yoy) atau sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 6,40% (yoy).

Sampai dengan semester I 2017, pertumbuhan ekonomi Babel sebesar 5,87% (ctc) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,65% (ctc). Pertumbuhan ini tertinggi di Sumatera.

Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, Bayu Martanto dari rilis yang diterima bangkapos.com, Selasa (08/08/2017) malam mengatakan, pertumbuhan ekonomi Babel tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 4,09% yoy dan nasional sebesar 5,01% yoy.

Sumber pertumbuhan ekonomi Babel menurut lapangan usaha adalah industri pengolahan (2,33%), perdagangan (1,16%), pertambangan (0,92%), konstruksi (0,27%) dan lainnya (0,69%). Sumber pertumbuhan Babel berdasarkan kelompok pengeluaran berasal dari konsumsi RT (2,44%), ekspor (4,80%) dan lainnya (-1,78%).

Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha kecuali lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang disebabkan terjadinya pergeseran musim panen, tahun sebelumnya di Triwulan II 2017 menjadi Triwulan I-2017.

Berdasarkan komponen pengeluaran, pertumbuhan terjadi pada ekspor luar negeri 11,80% yoy, konsumsi pemerintah 6,82% yoy, PMTB sebesar 5,82% yoy dan konsumsi RT sebesar 4,48% yoy.

Sedangkan pertumbuhan Perbankan Konvensional bisa dilihat dari aset perbankan mencapai Rp 18,6 triliun tumbuh 13,3% lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya 10,0% didukung naiknya dana pihak ketiga.

Kredit perbankan mencapai Rp 15,05 triliun tumbuh 8,83% membaik dibanding triwulan sebelumnya yang 7,12%. Adapun Dana Pihak Ketiga perbankan mencapai 17,04 triliun tumbuh 12,58% lebih tinggi dari triwulan lalu yg sebesar 9,58%.

Dengan kondisi intermediasi perbankan melalui LDR (loan to deposit ratio) mencapai 88,30% lebih rendah dari triwulan lalu yg sebesar 92,37%.

Rasio kredit bermasalah terhadap total kredit (NPL) tercatat membaik dr 3,42% menjadi 3,20% di Triwulan II.

Sementara pertumbuhan Perbankan Syariah bisa dilihat dari aset meningkat 109,5% menjadi Rp 663 miliar. Pembiayaan hanya tumbuh 5,2% menjadi Rp 780,8 miliar. Dana Pihak Ketiga tumbuh11,06% menjadi Rp 530 miliar.

Untuk rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (FDR) tercatat sebesar 147% dan Non Performing Financing mencapai 5% membaik dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 6,36%. (*)

Penulis: rusaidah
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved