42 Bangunan di Pangkalpinang Ini Terdaftar Jadi Cagar Budaya Sejak 2010

Rumah Residen yang menjadi rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang, merupakan satu dari sembilan cagar budaya.

42 Bangunan di Pangkalpinang Ini Terdaftar Jadi Cagar Budaya Sejak 2010
Bangkapos.com/dok
Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang, yang dulu merupakan Rumah Residen Bangka. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penulis dan pemerhati sejarah, Akhmad Elvian menyebutkan Rumah Residen yang menjadi rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang, merupakan satu dari sembilan cagar budaya.

Cagar budaya tersebut ditetapkan secara nasional sejak 2010 lalu yang tertulis dalam peraturan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Nomor : PM.13/PW.007/MKP/2010.

"Rumah residen sudah ditetapkan sebagai cagar budaya secara nasional. Termasuk Masjid Jamik, Museum timah, Gereja GBIP Maranatha, Gereja Kathedral Santo Yosef, Taman Sari (Wilhelmina Park), Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang/R.S., Wisma Timah I, dan Menara Air Minum," ujar Elvian kepada bangkapos.com, Rabu (09/08/2017).

Selain itu, lanjut mantan Kepala Disbudpar Kota Pangkalpinang ini, ada 41 bangunan lainnya di Pangkalpinang yang diusulkan dan sudah teregistrasi sebagai benda cagar budaya yang dibangun di jaman kolonial Belanda. Usia bangunan tersebut sudah ratusan tahun.

Benda cagar budaya tersebut antara lain, Masjid Al Mukkarom, Kelenteng Bakti Amal/Kwan Tie Miau, Komplek Pemakaman Umum Sentosa, makam tua tahun 1931, Makam Kerkhof , Pos Telegraaf en Telefoondienst, HCS (Hollandssch Chineesche School)/SMPN 1 Pangkalpinang, ELS (Europeesce Lagere School)/SMKN 1 Pangkalpinang, Societeit Concordia/Gedung Pati Wangka, gedung Sekolah Budhi Mulya Lourders, Tugu Pendiri Makam Sentosa, Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara), jeramba gantung, rumah timah type I, rumah timah type II (rumah dr Yudono), Gedung Ex Residen Cantoor dan bangunan sejarah lainnya.

"Pengembang kawasan wisata sejarah ini, sudah mulai kita jalankan, bahkan sudah disusun Rencana Tata Bangunan dan Lahan (RTBL) bahkan 2017 ini, rencana mau disusun DEDnya oleh satker Penataan Bangunan dan Lahan UPT Kementerian PU. Jadi kalau ada yang bilang pemerintah Kota Pangkalpinang selama ini, tidak dikembangkan itu salah besar. Kawasan cagar budaya ini, dijadikan kawasan pusaka Civic Centre ," ujar Elvian.

Salah satu rencana pengembangan wisata sendiri, ungkap Elvian mereka sudah memiliki konsep bahkan bekerjasama dengan PT Timah dengan kegiatan Pownis City Tour yang dipusatkan di Museum Timah.

Masyarakat bisa mengikuti tur tersebut pada Sabtu dan Minggu.

"Pengembangan wisata sejarah ini, tidak serta merta harus bertahap. Untuk melakukan pembangunan atau merubah struktur bangunan ada aturannya, bukan sembarangan. Makanya langkah awal kita buat jalur dengan kerjasama dengan PT Timah dengan Pownis City Tour. Pelan-pelan jalurnya kita tata. PT Timah juga sudah mulai merenovasi rumah sakit, WismabSatu timah juga. Taman Sari juga rencana tahun ini, mau direnovasi," kata Elvian.

Saat disingung apakah hal ini ada kaitannya dengan politik atau miss komunikasi antara dua pimpinan kepala daerah ini, Tegas Elvian dirinya tidak  tahu.

"Dipolitisir atau apa bukan ranah saya. Saya hanya pemerhati sejarah. Pernah juga pak Rustam gubernur sebelumnya mau merobohkan Pati Wangka saya tentang dan hadang, karena itu bangunan bersejarah, akhirnya batal," kata Elvian.

Kalaupun gubernur mau mengambilalih atau mengelola Rumah Residen, Taman Sari dan ATM, lanjut Elvian itu sah saja. Hal itu, bisa dimasukkan dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Provinsi untuk Pangkalpinang bisa dijadikan destinasi sejarah Babel.

"Kalau pak gubernur mau ambil alih sebenarnya lebih mudah. Bisa menghubungi Satker PBL Kementerian PU. Terserah apakah nanti pakai anggaran dari Provinsi atau apa. Hanya saja yang saya protes itu soal jual beli itu, tidak sesuai dan kurang elok," kata Elvian.

Penulis: zulkodri
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help