BangkaPos/

Usai Kalahkan Usain Bolt, Justin Gatlin Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Gatlin memenangi nomor bergengsi 100 meter pada Sabtu pekan lalu dengan mengalahkan favorit dan juara bertahan Usain Bolt

Usai Kalahkan Usain Bolt, Justin Gatlin Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Net
Justin Gatlin 

BANGKAPOS.COM - Mantan atlet dan ketua federasi atletik internasional (IAAF), Sebastian Coe mendapat kecaman berkaitan dengan komentarnya soal kemenangan sprinter AS, Justin Gatlin di nomor 100 meter pada Kejuaraan Dunia Atletik.

Gatlin memenangi nomor bergengsi 100 meter pada Sabtu pekan lalu dengan mengalahkan favorit dan juara bertahan asal Jamaika, Usain Bolt. Bagi Gatlin ini semacam come back yang gemilang setelah ia sempat menjalani skorsing akibat penggunaan zat terlarang pada 2006-2010.

Coe dalam wawancara dengan media menyebut kemenangan Gatlin yang juga pernah terkeana skorsing pada 2001 tidak "sesuai dengan naskah yang sempurna." Menurut Coe, seorang yang pernah menjalani hukuman larangan bertanding dua kali tidak laik menjadi juara pada nomor paling bergengsi.

Coe yang terkesan menginginkan Bolt menjadikan ajang Kejuaraan Dunia sebagai akhir yang gemilang buat karirnya dengan menjadi juara. Bolt memang telah mencanangkan ajang Kejuaran Dunia ini merupakan penampilannya ynag terakhir sebagai atlet.

Namun pihak Gatlin tidak bisa menerima pernyataan Coe tentang kemenangan atlet mereka. Manajernya, Renaldo Nehemiah menyebut Gatlin tidak layak mendapat perlakuan seperti ini.

"Justin telah menjalani konsekuensi tindakannya. Ia menaati peraturan dan IAAF mengakui itu. Mereka mengatakan bisa menerima jika ia mau (berlomba) kembali," kata Nehemiah yang pernah memegang rekor dunia nomor 110 meter gawang.

"Jadi buat kami sangat tidak adil menempatkan Justin Gatlin sebagai contoh buruk. Sangat tidak manusiawi dan tidak sportif."

Menurut Nehemiah, baik Coe mau pun IAAF seharusnya mau berbesar hati dan menerima peraturan yang mengijinkan atlet seperti Gatlin untuk memulihkan nama baik mereka.

"Lord Coe adalah bagian dari IAAF yang membuat peraturan dan hukuman. Saat anda sudah menjalani hukuman tersebut, mereka berhak untuk memulihkan nama baik dan prestasi mereka. Jika anda tidak setuju, sebaiknya anda mengubah peraturan tersebut lebih dulu," ungkap Nehemiah lagi.

Nehemiah juga berharap agar Usain Bolt juga bisa berbesar hati menerima kemenangan Gatlin. "Jika buat Bolt hal ini bukan masalah, maka seharusnya yang lain juga bisa menerima itu. Jika Raja telah menerima, apa yang bisa yang lain perbuat?"

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help