Pertanyakan BBM Jenis Premium Cepat Habis, Musani Datangi SPBU Jalan Puput

Dalam bulan ini saya selalu memantaunya, bensin (BBM jenis premium) sejak pukul tujuh pagi sudah tidak ada lagi

Pertanyakan BBM Jenis Premium Cepat Habis, Musani Datangi SPBU Jalan Puput
Bangkapos/Rikki Pratama
Anggota DPRD Bangka Selatan Musani mendatangi SPBU yang berada di Jalan Puput, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, pada Kamis (10/8/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Anggota DPRD Bangka Selatan Musani mendatangi SPBU yang berada di Jalan Puput, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, pada Kamis (10/8/2017).

Kedatangan wakil rakyat ini bertujuan untuk menyampaikan keluhan mengenai BBM jenis Premium yang cepat sekali habis, sehingga ketika warga dan dirinya ingin membelinya sudah tidak lagi tersedia di SPBU tersebut.

 Musani menduga banyaknya pengerit membuat stok Premium di SPBU tersebut cepat habis.

"Dalam bulan ini saya selalu memantaunya, bensin (BBM jenis premium) sejak pukul tujuh pagi sudah tidak ada lagi, padahal banyak masyarakat umum bawa motor sendiri, mau membeli namun tak bisa, karena kehabisan, kalau bukan pengerit dari mana bisa habis, memang semuanya masyarakat, tetapi dibagilah berapa untuk pengerit dan masyarakat biasa,"jelas Musani kepada wartawan, Kamis (10/8/2017)

Ia juga menyayangkan kondisi BBM Premiun yang cepat habis, membuat banyak warga terpaksa harus membeli ke BBM jenis Pertalite.

"Saya mengharapkan bisa dibagilah, jangan baru dua jam bensin sudah habis, kalau masyarakat biasa tidak mungkin bisa habis secepat itu, kalau tidak jual ke pengerit,"ucapnya

Terpisah Pengawas SPBU yang berada di Jalan Puput Toboali, Adi Wijaya mengatakan bahwa persedian BBM jenis Premium di SPBU saat ini terbatas, Pertamina hanya memberikan 8 ton pada setiap SPBU, sehingga tidak cukup untuk melayani semua masyarakat yang menginginkannya.

"Setiap hari hanya 8 ton, ketika tiba pada sore hari dalam waktu dua jam lebih langsung habis, pembeli banyak bukan dari Toboali saja, namun dari Desa Delas, Nyelanding, mereka beli ke sini, karena SPBU di tempat mereka juga telah habis sehingga tidak kebagian,"jelasnya

Menurut Adi untuk BBM jenis Premium pemerintah saat ini sudah membatasi setiap SPBU, dan berlahan untuk dialihkan ke BBM jenis Pertalite.

"Pertamina sudah menjatah, seharinya hanya 8 ton, tetapi kalau Pertalite dan Pertamak minta berapun tidak akan kosong,"jelasnya

Ia menambahkan saat ini Premium dijual seharga Rp 6.450 sedangkan Pertalite 7.500, harga yang murah pada Premium masih menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan BBM jenis Premium.

"Kami sebagai penjual, siapapun yang ingin beli kami jual, tidak menunggu lama, permasalahnya dilapangan saat ini pertamina membatasi untuk BBM jenis Premium, karena stoknya memang sedikit, sehingga banyak warga yang tidak kebagian,"jelasnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved