BangkaPos/

Sebelum Bunuh Diri, Saksi Kunci Korupsi e-KTP Pamer Mobil Sport dan Naik Jet

Johannes dikabarkan memiliki rekaman bukti keterlibatan Ketua DPR RI Setya Novanto di proyek e-KTP.

Sebelum Bunuh Diri, Saksi Kunci Korupsi e-KTP Pamer Mobil Sport dan Naik Jet
Facebook
Johannes Marliem 

BANGKAPOS.COM - Anak muda asal Indonesia yang bermukim di Amerika Serikat, Johannes Marliem, mendadak jadi terkenal di kancah nasional.

Sayangnya, ia mulai dikenal kalangan luas melalui kabar kematiannya yang tragis.

Johannes bekerja di Biomorf Lone LLC Amerika Serikat.

Perusahaan penyedia layanan teknologi biometric itu telah disebut 25 kali oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat membacakan tuntutan terdakwa Irman dan Sugiharto, dalam kasus korupsi e-KTP.

Ia dilaporkan telah tewas di Amerika Serikat, Kamis (10/8/2017).

Laporan polisi setempat menyiratkan bahwa Johannes tewas karena bunuh diri di sebuah rumah yang dia sewa di perumahan elit Los Angeles seharga US$ 25.000 per bulan.

Johannes, 34 tahun, menamatkan sekolah di SMA Sutomo 1 Medan.

Semasa di sekolah ia terkenal berprestasi dan setelah tinggal di Amerika, ia nampaknya punya gaya hidup yang cukup mewah.

Berikut ini foto-foto Johannes Marliem semasa hidup yang dikumpulkan oleh Tribun Medan:

Johannes Marliem (Facebook)

Johannes Marliem (Facebook) 
Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi e-KTP yang tewas di Amerika Serikat, Kamis (10/8/2017). (Facebook)
Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi e-KTP yang tewas di Amerika Serikat, Kamis (10/8/2017). (Facebook) 
Johannes Marliem dan anak. (Ist)
Johannes Marliem dan anak. (Ist) 
Johannes Marliem (Facebook)
Johannes Marliem (Facebook) 
Johannes Marliem (Facebook)
Johannes Marliem (Facebook)

Melansir dari Tribunnews.com, Johannes dikabarkan memiliki rekaman bukti keterlibatan Ketua DPR RI Setya Novanto di proyek e-KTP.

Bahkan rekaman percakapan itu mencapai ukuran 500 gigabyte.

Baca: Saksi Kunci Kasus E-KTP Bunuh Diri, Bagaimana Nasib Penyidikan Kasus Setya Novanto?

Rekaman ini disebut-sebut bisa menjadi bukti kuat dalam persidangan kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu. (Tribun Medan)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help