BangkaPos/

Johannes Marliem, Saksi Kunci E-KTP Sempat Curhat Sebelum Nekat Bunuh Diri

Sebelum dikabarkan meninggal dunia, Johannes sempat bertukar pesan dengan KONTAN.

Johannes Marliem, Saksi Kunci E-KTP Sempat Curhat Sebelum Nekat Bunuh Diri
Facebook
Johannes Marliem 

Melansir dari Tribunnews.com, saat itu Johannes mengungkapkan kekecewaannya kepada pimpinan KPK dan sebuah media massa karena membuat pemberitaan yang membahayakan nyawanya.

"Saya tidak mau dipublikasi begini sebagai saksi. Malah sekarang bisa-bisa nyawa saya terancam," ujarnya.

"Seharusnya penyidikan saya itu rahasia. Masa saksi dibuka-buka begitu di media. Apa saya enggak jadi bual-bualan pihak yang merasa dirugikan? Makanya saya itu kecewa betul," imbuh Johannes mengomentari bocornya kepemilikan rekaman pembicaraan terkait pembahasan proyek e-KTP.

Berita yang dimaksud oleh Johannes adalah terkait terbongkarnya bukti berupa rekaman pembicaraan.

Padahal ia sebenarnya tak ingin membeberkan rekaman tersebut.

"Saya kira sama saja hukum di AS juga begitu. Kita selalu menjunjung tinggi privacy rights, harus memberitahu dan consent bila melakukan perekaman," tuturnya.

Karena itu, ia sempat berharap supaya (jurnalis) tidak memelintir pemberitaan tentang rekaman tersebut.

Dalam pemberitaan, dijelaskan seolah-olah bahwa ketua DPR RI Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka gara-gara rekaman yang dimiliki Johannes.

"Jadi tolong jangan diplintir lagi. Saya tidak ada kepentingan soal rekaman. Dan ada rekaman SN (Setya Novanto) atau tidak, saya juga tidak tahu. Namanya juga catatan saya," ucap Johannes.

Johannes bantah menyuap Sugiharto

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help