BangkaPos/
Home »

Seleb

Tertarik Kamera Film, Tompi sampai Lupa Waktu Pulang

Tompi terkesima dengan cara kerja fotografer yang mengabadikan pernikahannya dengan Indira saat itu. Rasa penasaran menimbulkan keinginan untuk ...

Tertarik Kamera Film, Tompi sampai Lupa Waktu Pulang
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOB
Penyanyi Tompi berpose usai pemotretan di Studionya Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2017). 

BANGKAPOS.COM - Saat melangsungkan pernikahan dengan Arti Indira pada September 2006 silam, Tompi terkesima dengan cara kerja fotografer yang mengabadikan saat-saat berharga tersebut. Langkahnya lincah dan cekatan, jepretannya mengalir mengikuti momen.

"Pas wedding, saya lihat cara kerja fotografernya kayaknya menyenangkan," kata pria bernama asli Teuku Adifitrian itu, dalam sebuah wawancara dengan KompasTekno di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, bulan lalu.

Rasa penasaran menimbulkan keinginan untuk membalik peran, dari di depan kamera menjadi di belakangnya. Tompi pun menghubungi sang fotografer untuk meminta saran tentang bagaimana cara mulai memotret.

Sebuah kamera dibeli sebagai modal awal. Ketika itu, tahun 2007, Tompi memulai perkenalannya dengan dunia fotografi yang berlangsung hingga kini.

Belajar sendiri

Tompi mengaku belajar memotret dari nol tanpa tahu apapun soal itu. Maklumlah, dia sebelumnya berprofesi sebagai dokter ahli bedah plastik dan penyanyi jazz yang boleh dibilang tak berhubungan dengan potret memotret.

Tapi Tompi justru merasa tertentang untuk belajar secara otodidak. Dia giat bertanya dan berkumpul dengan komunitas fotografer. Buku manual kamera pun dilahap hingga akhirnya Tompi menguasai teknik pemotretan dan menemukan genre yang disukai, yakni fashion atau portrait dan street photography.

Seperti kebanyakan orang yang mulai belajar memotret di era modern, Tompi awalnya memakai kamera digital. Tiga tahun belakangan dia merasa penasaran dengan hasil foto kawan-kawan fotografer yang memakai kamera film (analog).

"Saya lihat hasil-hasil foto mereka kok beda ya. Saya tidak merasa lebih bagus atau keren, tapi beda saja, ada rasa lain, begitu," ujar Tompi mengingat kembali keheranannya dulu.

Rasa penasaran semakin memuncak saat Tompi datang ke pameran foto oleh fotografer Annie Leibovitz di Singapura, 2014 lalu. Di sana dia terkagum-kagum dengan kekhasan warna, tone, dan kedalaman dari foto jepretan Leibovitz yang menggunakan film sebagai medium perekam gambar.

Halaman
123
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help