BangkaPos/

Udin Sebut Pemerintah Harus Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren

Kemandirian ekonomi pesantren adalah keniscayaan dalam menghadapi tantangan globalisasi saat ini.

Udin Sebut Pemerintah Harus Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren
IST
Drs Saparudin alias Udin bersama Syaihk Dr Assayed Abdus Salam imam besar masjid di Kairo Mesir, Dosen Universitas Al-Azhar Kairo. Syaihk Dr Assayed Abdus Salam ini merupakan ahli Qiro'ah. 

BANGKA, BANGKAPOS.COM -- Kemandirian ekonomi pesantren adalah keniscayaan dalam menghadapi tantangan globalisasi saat ini.

Pemerintah diharapkan mengambil peran dalam memperbaiki kondisi perekonomian pesantren yang mulai tumbuh di wilayah Kota Pangkalpinang dan Provinsi Bangka Belitung.

''Pemerintah perlu membantu mengangkat perekonomian pesantren. Jangan diabaikan. Saat ini kita melihat pesantren mulai tumbuh, dan perlu perhatian pemerintah ,'' ujar Drs Saparudin MT PhD alias Udin, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Udin, kegiatan perekonomian pesantren dapat menjadikan perekonomian pesantren lebih mandiri. Sekaligus dapat mengurangi ketergantungan pesantren terhadap bantuan dari pemerintah dan pihak lain.

Namun demikian, untuk tahap awal ini, Pemerintah harus membantu dan memfasilitasi tumbuhnya perekonomian di pesantren.

Jika diberdayakan dan dikelola secara benar dan optimal, kata Udin, bukan tidak mungkin peningkatan perekonomian pesantren nantinya, dapat meningkatkan perekonomian Pangkalpinang dan Bangka Belitung secara luas.

“Terutama perbaikan perekonomian melalui kegiatan perekonomian berbasis syariat Islam. Pesantren memiliki potensi perekonomian yang sangat besar. Jika dimaksimalkan, bisa mengurangi ketergantungan pesantren akan bantuan dari luar," ujar Dosen Unsri ini.

Udin mencontohkan perkembangan pondok pesantren di Pulau Jawa.

Pengembangan pertanian, peternakan, dan industri rumahan di dalam pesantren di Pulau Jawa, kata Udin, sudah terbukti mampu mengangkat perekonomian pesantren. Sejumlah pesantren besar, juga memanfaatkan sirkulasi perekonomian di internal pesantren melalui koperasi pesantren. Selain sirkulasi di internal pesantren, sebagian lainnya juga membuka sirkulasi di luar pesantren.

"Selain itu, upaya pemeberdayaan pesantren ini akan mengasah keterampilan wirausaha para santrinya," ujar Udin.

Meski demikian, Udin mengakui, upaya mengembangkan ekonomi pesantren bukan pekerjaan mudah. Ada dua kendala utama yang mengadang, yaitu minimnya keterampilan dan pengetahuan pesantren mengenai perekonomian Islam. Juga, masih minimnya pemahaman di kalangan pesantren bahwa kegiatan ekonomi juga merupakan ibadah.

Kendala-kendala tersebut, menurut Udin, membuat pesantren kerap kali tidak menyadari potensi ekonomi yang dimilikinya. Padahal, pesantren memiliki potensi perekonomian yang besar. Lahan luas yang dimiliki pesantren berpotensi dijadikan lahan pertanian, peternakan, dan industri rumahan berbasis syariah.

“Disinilah peran pemerintah. Melalui infrastruktur dan regulasi yang dimiliki oleh Pemerintah akan mampu memberdayakan pesantren-pesantren yang ada sekarang ini di wilayah Pangkalpinang maupun Babel secara umum menuju pesantren yang mandiri,” tukas Udin. (*)

Penulis: Dody
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help