BangkaPos/

Warga Pangkalpinang Rindu Pemimpin Merakyat, Begini Isi Curhatan Warga Kepada Molen

Pemimpin merakyat banyak dinantikan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali masyarakat Pangkalpinang Provinsi

Warga Pangkalpinang Rindu Pemimpin Merakyat, Begini Isi Curhatan Warga Kepada Molen
Istimewa
Para ibu-ibu langsung rebutan mengajak foto bersama begitu bertemu Molen di Hotel Santika, Sabtu (13/8) 

BANGKAPOS.COM -- Sedikit sekali pemimpin yang kita temui sekarang ini merakyat.

Walaupun banyak yang dari mereka boleh dibilang sudah amanah. Pemimpin merakyat banyak dinantikan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali masyarakat Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Harapan memiliki pemimpin merakyat ini disampaikan warga yang ditemui Maulana Aklil SIP alias Molen.

Selama tiga hari keliling beberapa kampung dan kelurahan di Kota Pangkalpinang, Jumat-Minggu (11-13/8/2017), Molen mengaku mendapatkan dukungan masyarakat untuk memimpin Pangkalpinang.

"Warga yang saya temui mengaku merindukan pemimpin yang merakyat. Mereka minta saya bersedia memimpin Kota Pangkalpinang," ujar Molen kepada bangkapos.com, Minggu (13/8/2017).

Menurut mantan Pj Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) yang mengaku mau mencalonkan diri jadi Walikota Pangkalpinang ini, selama tiga hari dirinya berdialog dengan beragam masyarakat Kota Pangkalpinang, Molen menangkap ada kerinduan warga terhadap sosok pemimpin yang merakyat, pemimpin yang tidak sungkan bertemu rakyat dan pemimpin yang selalu menyiapkan waktu untuk menyelesaikan persoalan rakyat.

Beberapa lokasi yang dikunjungi Molen sejak Jumat (11/8/2017) antara lain kumpul dengan warga di Kerabut, warga Kampung Seberang, Lontong Pancur, Bukit Merapen, dan Paritlalang. Molen juga menyempatkan diri betsilahturrahmi dengan tokoh pemuda dan masyarakat di BBC pada Sabtu (12/8/3017) malam.

"Saya bersilaturahmi dengan sepradik dan tim-tim Udin Molen dahulu. Saya merasakan ada kerinduan masyarakat terhadap sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat. Mereka ingin pemimpin itu yang bisa hadir di tengah-tengah masyarakat apa adanya," tukas Molen.

Bagi Molen makna merakyat yang diharapkan warga pemimipin yang memakai baju sama seperti baju yang dipakai rakyatnya. Ia makan makanan sebagaimana rakyatnya makan.

Ia pergi ke tempat bekerja sebagaimana rakyatnya pergi ke tempat kerja. Ia memakai bahasa yang bisa difahami oleh rakyatnya. Ia mau mendengarkan keluhan rakyatnya. Ia pun mampu memberikan solusi bagi permasalahan rakyatnya.

Ia rela harus berlapar-lapar bersama rakyatnya. Ia pun ikut berjama’ah bersama rakyatnya, dan apabila ia terlambat dalam sholat Jum’at misalnya, ia rela duduk di belakang karena tempatnya sudah penuh.

" Pemimpin inilah yang membuat rakyat kaya, bukan makin membuat rakyat susah," ujar Molen. (*)

Penulis: Dody
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help