Makanan Nomor 1 Warga Singapura, Hongkong dan Malaysia Ternyata Berasal dari Bangka Belitung

Teripang, tanaman mangrove, cangkang rajungan, isi perut ikan ‘gerot-gerot’, dan buah keramunting bisa jadi komoditas Babel.

Makanan Nomor 1 Warga Singapura, Hongkong dan Malaysia Ternyata Berasal dari Bangka Belitung
Istimewa
Wakil Rektor II UBB Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (tengah) --  yang  didampingi mahasiswa KKN UBB di Desa Tukak, Bangka Selatan, mencoba dan menunjukkan sirop   buah  tanaman Mangrove  dan ‘Salto’ (Presto Ikan Selangat) karya mahasiswa, Rabu (9/8/2017) lalu.  

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di luar timah dan lada,  Bangka Belitung sebenarnya punya komoditas andalan  yang dapat meningkatan pendapatan masyarakat di daerah ini.

Meski begitu, sayangnya, banyak yang belum mengetahui.  Kalaupun tahu,  sejauh ini belum dikelola secara maksimal.

“Bangka Belitung ini kaya akan  hasil laut dan tanaman bernilai ekonomi tinggi!,” tukas Wakil Rektor II Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc dalam rilis yang disampaikan kepada bangkapos.com,  Rabu (16/08/2017).

Sedikit contoh, lanjut guru besar di bidang kelautan dan perikanan ini  adalah  teripang, tanaman mangrove, cangkang rajungan, isi perut ikan ‘gerot-gerot’, dan buah keramunting (seduduk).

“Makanan nomor satu di Singapura, Taiwan, Hongkong dan Malaysia itu adalah  teripang.  Ironinya itu berasal dari Bangka Belitung!,” ujar Agus Hartoko. 

Sebelumnya pada Senin (14/8/2017) lalu,  Wakil Rektor II Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc,sempat  menerima buku berjudul ‘Meniti Buih Menyibak Kabut’ dan ‘Korupsi Sampai Mati: Ketika Korupsi Menjadi Tradisi’,  dari penulisnya, H Ramli Sutanegara,  di Resto Barley-Pangkalpinang.

Menyoal penemuan UBB ini, Ramli Sutanegara menyatakan bahwa   semua temuan Universitas Bangka Belitung (UBB) tersebut  perlu diketahui Gubernur Babel,  kemudian ditindaklanjuti dengan instansi terkait sehingga  menjadi sumber ekonomi baru  masyarakat.

“Saya melihat UBB belakangan ini hebat.  Banyak terobosan dan prestasi dilakukan UBB.  Temuan baru untuk meningkatkan ekonomi rakyat itu perlu dibicarakan kepada gubernur,” tukas Ramli.

Agus Hartoko menjelaskaskan, Teripang disukai karena mengandung kondroitin; pelumas antartulang. Harga jualnya tergolong mahal.  Harga satu kilogram Teripang Emas mencapai Rp 4 juta.

“Kini ada kondroitin Teripang berbentuk kapsul.  Sedangkan biaya sekali suntik kondroitin untuk menjaga kesihatan mencapai Rp 5 juta!,” terang Agus Hartoko. 

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help