Polres Beltim Kibarkan Merah Putih 'Raksasa' di Open Pit, Eks-Tambang Sarat Sejarah Pulau Belitung

Open Pit merupakan daerah tambang pada masanya dan merupakan geosite usulan Geopark Pulau Belitung--yang

Polres Beltim Kibarkan Merah Putih 'Raksasa' di Open Pit, Eks-Tambang Sarat Sejarah Pulau Belitung
Dokumentasi Polres Beltim
foto pengibaran bendera Merah Putih di kawasan Open Pit, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur, Rabu (16/8/2017). Pengibaran ini merupakan bagian dari menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaaan RI ke-72 di Beltim. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR- Lagu Indonseia Raya berkumandang ketika bendara Merah Putih berukuran 'raksasa' naik dan berkibar di dinding tebing kawah eks-tambang bersejarah di Pulau Belitung, Open Pit, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Rabu (16/8/2017).

Open Pit merupakan daerah tambang pada masanya dan merupakan geosite usulan Geopark Pulau Belitung--yang dikabarkan akan ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada September 2017 mendatang.

Pengibaran bendera Merah Putih berukuran 'raksasa' ini merupakan bagian dari perayaan menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Beltim AKBP Nono Wardoyo dan jajaran perwira Polres Beltim.

Pengibaran juga dihadiri Ketua Bhayangkari cabang Beltim Ny. Yuni Nono Wardoyo, Polsek Kelapakampit, anggota Pramuka dari Kwartir Ranring Kelapa Kampit.

"Alhamdulillah, bendera Merah Putih dapat ditarik naik dan berkibar," ujar Nono kepada Pos Belitung, Rabu (16/8/2017) malam.

Nono mengatakan, Polres Beltim juga ikut bertanggungjawab untuk lebih mengenalkan potensi pariwisata yang ada di Beltim.

"Satu di antaranya adalah Open Pit yang juga telah ditetapkan menjadi bagian dari Geopark,"ucap Nono.

Dia berharap Open Pin akan semakin terkenal dan semakin banyak dikunjungi wisatawan dan ikut berdampak pada peningkatanan perekonomian masyarakat sekitarnya.

"Tempatnya memang sangat indah dan unik," ujar Nono.

Saat ini, Open Pit setidaknya mulai dikembangkan oleh Komuniats Penjelajah Alam Beltim dan Pokdarwis Desa Senyubok sebagai objek wisata khusus.

Didampingi oleh ahlinya dan dilengkapi safety, pengunjung juga bisa menelusuri gua Fuk Salu yang merukapan eks-tambang dalam (underground) dengan panjang sekitar 600 meter dengan 12 persimpangan dan masih merupakan bagian dari kawasan Open Pit.

Pengunjung juga ditawarkan oleh pemandangan eksotis kawah danau buatan eks tambang terbuka (Open Pit) dengan airnya yang berwarna hijau. Kawah ini dikelilingi oleh lingkaran tebing beritngkat-tingkat yang tampak seperti mengelilingi kawah.

Sekretaris Badan Pengelola Belitong Island Geopark (BP BIG) Yuspian pernah menyebutkan, Open Pit adalah warisan sejarah tambang dunia. Open Pit juga merupakan tambang terbuka pertama di dunia.

"Dia adalah miniatur Freeport dari segi teknik tambangnya. Dan masih banyak nilai lainnya," kata Yuspian November 2016 silam. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved