Dirut PDAM Tirta Bangka Diperiksa Kejati Sebagai Saksi

Para saksi tersebut diperiksa tim penyidik Pidsus Kejati Babel sejak pukul 09.00 WIB hingga menjelang sore sekitar

Dirut PDAM Tirta Bangka Diperiksa Kejati Sebagai Saksi
Bangkapos/Ryan Agusta
Para awak media hingga menjelang sore terlihat masih menunggu kegiatan pemeriksaan para saksi kasus dugaan tipikor proyek rehab pipa transmisi Merawang tahun angggaran 2016 di ruang lobi gedung Pidsus Kejati Babel 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), Jumat (18/8/2017) kembali memanggil sekaligus memeriksa para saksi terkait proyek rehabilitasi pipa transmisi Merawang tahun anggaran (TA) 2016.

Sejumlah saksi tersebut yang diperiksa hari ini mantan Kepala Satuan Kerja (Satker) SNVT Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sumatera VIII, Provinsi Bangka Belitung, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR), Abdul Roni, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Mul.

Dua saksi tersebut (Abdul Roni & Mul) sebelumnya pun sempat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Pidsus Kejati Babel.

Kali ini pun direktur utama (dirut) PDAM Tirta Bangka, Wellindra Bashir ikut juga terperiksa sebagai saksi dalam kasus serupa.

Para saksi tersebut diperiksa tim penyidik Pidsus Kejati Babel sejak pukul 09.00 WIB hingga menjelang sore sekitar pukul 16.30 WIB terpantau masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik gedung Pidsus Kejati Babel.

"Iya saya di Kejati Babel. Ada pemeriksaan kasus pipa Merawang itu," kata Wellindra saat dihubungi melalui nomor ponselnya, Jumat (18/8/2017) siang.

Sementara mantan Kepala Satuan Kerja (Satker) SNVT Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sumatera VIII, Provinsi Bangka Belitung, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR), Abdul Roni saat hadir di gedung Kejati Babel, Jumat (18/8/2017) siang terlihat didampingi seorang pengacaranya, Ghandi Arius SH.

Dalam berita sebelumnya yang sempat dilansir harian ini disebutkan jika kegiatan pekerjaan rehab pipa Merawang dikerjaka oleh PT Rian Makmur Jaya dengan pagu dana senilai Rp 4,7 M TA 2016.

Sebelumnya pun sempat tersiar kabar jika tim Pidsus Kejati Babel telah menetapkan sederetan nama-nama para tersangka atau sedikitnya tiga orang. (*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help