Home »

Lokal

» Bangka

Petani Keluhkan Biaya Produksi Sangat Tinggi, Satu Hektar Sawah Bisa Habiskan Rp 12 Juta

Ia juga memaparkan pupuk yang diberikan dinas tidak begitu besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan padi

Petani Keluhkan Biaya Produksi Sangat Tinggi, Satu Hektar Sawah Bisa Habiskan Rp 12 Juta
ist
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr Ir Ismed Inonu (kiri) berserta anggota Gapoktan menaman Varietas Sulutan Unsrat 1 dan Situ Bagendit di petak percontohan padi sawah KKN UBB Angkatan ke 12 di lahan persawahan Gapoktan Balunijuk, Merawang, Bangka. 

BANGKAPOS.COM – Seorang petani sawah asal Desa Balunijuk Merawang Kabupaten Bangka meminta Dinas Pertanian Bangka untuk  mencari bibit dari varietas unggul, sehingga petani dapat memanen padi dalam jumlah besar.

Dengan itu  petani memperoleh pendapatan di atas   biaya produksi yang telah mereka  keluarkan.

“Biaya pokok produksi setiap satu hektar sawah di sini  sekitar Rp 12 juta.   Sejauh ini,  produksi padi yang saya peroleh sekitar tiga ton per hektar.   Saya khawatir dengan produksi padi yang rendah itu akan mempengaruhi semangat kawan-kawan di sini,” tukas Hansanudin.

Ia juga memaparkan pupuk yang diberikan dinas tidak begitu besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan padi yang mereka tanam. 

Sebaliknya ketika ia memberikan  pupuk ZP, Urea dan Za yang sengaja ia beli dari pasar, berpengaruh besar dalam pertumbuhan tanaman padi. 

“Pupuk itu memberikan hasil yang cukup bagus. Tapi  harganya lumayan mahal:  Rp 250 ribu per karung,”  tukas  Hasanudin,  menambahkan upah ‘nandur’ (singkatan: menanam benih dengan cara mundur) per orang Rp 100.000.

Selain itu, Hasanudin juga menjelaskan hama burung terkategori luar biasa ketika menyerang padi petani yang sedang menguning. 

Petani sejauh ini tidak mampu  menghalau ‘serbuan’ burung Prit itu.  Akibatnya banyak petani kewalahan dan  meninggalkan sawahnya begitu saja.

“Saya misalnya,  punya sawah cukup luas. Tapi karena tak mampu mengusir burung Prit itu, akhirnya hanya fokus di petakan sawah  seluas 20 kali 60 meter saja,” terang Hasanudin.

Sementara itu, Kepala Jurusan Agroteknologi UBB  Eries  menjelaskan,  setiap lahan untuk ditanami padi sawah itu menghendaki varietas yang berbeda. 

Halaman
123
Penulis: Dody
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help