Bikin Tato Henna, Gadis Ini Akhirnya Menderita, Jangan Sampai Putri Anda Seperti Ini Ya!

Pertimbangkan masak-masak jika anak Anda ingin membikin tato – meski temporer.

Bikin Tato Henna, Gadis Ini Akhirnya Menderita, Jangan Sampai Putri Anda Seperti Ini Ya!
metro.co.uk
Bekas tato melepuh 

Dokter kemudian memberi krim steroid untuk merawat luka itu, tapi ketika mulai muncul lepuhan-lepuhan di bekas tato maka Madison pun dilarikan ke rumah sakit.

Setelah lima kali kunjungan ke Rumah Sakit St Mary dan diberi berbagai krim dan salep, akhirnya Madison dirujuk ke spesialis luka bakar Salisbury District Hospital.

"Kami mulai panik. Para dokter belum pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya. Beberapa usaha yang dilakukan malah memperburuk kondisi Madison."

Dokter lalu melakukan tes pada cairan yang merembes dari lecet di lengan Madison dan terkejut menemukan tingkat pH yang tinggi - yang mengindikasikan adanya luka bakar kimia.

"Mereka memutuskan untuk merawat kulit dengan mengelupas lepuhan, sehingga mereka bisa mengakses kulit yang terbakar di bawahnya," Martin melanjutkan.

Sebelum terjadi iritasi.
Sebelum terjadi iritasi. 

Ternyata kulit lepuhan itu begitu tebal sehingga harus dipotong. Madison sekarang telah dirujuk ke unit pengelolaan bekas luka dan harus memakai perban bertekanan setidaknya selama enam bulan untuk meminimalkan bekas luka yang menutupi lengannya.

Sekarang, Martin ingin memperingatkan orang lain tentang bahaya tato henna hitam.

"Kami telah mengirim email ke hotel tapi mereka bilang tidak ada yang salah dengan henna, dan pasti masalah dengan anak perempuan saya," kata Martin.

Pihak hotel akhirnya minta maaf dan meminta salon di hotel itu untuk tidak menawarkan tato henna ke tamu atau pengunjung lain.

"Kami tahu, ini tidak membantu putri Anda tapi kami ingin dia sembuh dengan baik," kata pihak hotel.  (Metro.co.uk/Intisari/Agus Surono)

Berita ini sebelumnya diterbitkan Intisari-Online berjudul Jangan Sampai Anak Gadis Anda Menderita Seperti Ini Gara-gara Henna

Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved