Terhentinya SPDN Kurau Jadi Perhatian Serius Pemkab Bateng

Kita tahu masalahnya saat ini nelayan beli BBM solar non subsidi, melalui SPBU dan itu jadi polemik. Namun bukan berarti kita

Terhentinya SPDN Kurau Jadi Perhatian Serius Pemkab Bateng
bangkapos.com / Evan Saputra
Aktivitas nelayan di Desa Kurau, Bangka Tengah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Permasalahan terhentinya solar pack dealer nelayan (SPDN) desa di Kurau menjadi perhatian serius Pemkab Bateng.  

Pasalnya, dengan terhentinya aktivitas pengisian BBM jenis solar ini, menghambat kinerja para nelayan.

Kepala Disperindagkop UMKM, Useng Komara menegaskankan, pihaknya segera menertibkan kepengurusan koperasi nelayan desa Kurau, Kecamatan Koba.

Sebab, terhentinya SPDN tersebut disebabkan karena buruknya manajemen koperasi sebagai pengelola.

"Pasca terjadi penyelewengan oleh oknum, maka kini kondisi koperasi itu kegiatan internal dan eksternalnya sudah tak berjalan," kata Useng, Minggu (20/8/2017).

Diungkapkan Useng, pihaknya sudah enam kali terlibat dalam pembahasan untuk membentuk pengurus baru bersama para anggota koperasi yang lama.

Untuk itu, akan dilakukan penertiban dan pembuatan koperasi yang baru.

"Kita tahu masalahnya saat ini nelayan beli BBM solar non subsidi, melalui SPBU dan itu jadi polemik. Namun bukan berarti kita tutup mata akan vakumnya SPDN desa Kurau bantuan Kementrian Kelautan dan Perikanan tahun 2006, maka dari itu segera akan kita fasilitasi pembentukan kepengurusan koperasi yang baru," katanya.‎

Ia menyayangkan kalau pemanfaatan subsidi solar sebagai kebutuhan pokok dibiarkan begitu saja, bahkan terkesan terbengkalai, karena Itu merupakan aset koperasi yang layak dioperasikan kembali.

"Punya kuota BBM solar untuk nelayan Kurau sayang tidak diambil, kan punya subsidi, SPDN persyaratan nya melalui koperasi aktif," pungkasnya.(*)

Penulis: Evan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help