Uniknya Tong Sampah Dari Ban Bekas, Paling Mahal Dari Ban Tronton

Sesuai jenisnya, harganya pun bervariasi mulai dari Rp.100.000 hingga Rp.250.000 untuk harga tong sampah paling

Uniknya Tong Sampah Dari Ban Bekas, Paling Mahal Dari Ban Tronton
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
peserta lomba melukis tong sampah yang digelar oleh Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerkaan Umum dan Perumahan Provinsi Bangka Belitung 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sebanyak 45 tong sampah yang terbuat dari ban truck merupakan hasil buatan pasangan suami istri Andre (42) bersama Riri (33) warga Jalan Muntok No.1 (depan pemakaman Jalan Muntok).

Suami istri ini sudah dua tahun melakoni usaha kreatif mengolah limbah ban mobil menjadi beragam kerajinan antara lain kursi dan tong sampah di Pangkalpinang.

Saat Riri hadir pada Lomba Melukis SMP dan SMA se-Pangkalpinang yang digelar oleh Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Provinsi Bangka Belitung, Minggu (20/8).

Perantau asal Semarang ini mengatakan tong sampah buatannya menggunakan tiga macam ban seperti ban truck, ban tronton dan ban mobil biasa.

Sesuai jenisnya, harganya pun bervariasi mulai dari Rp.100.000 hingga Rp.250.000 untuk harga tong sampah paling mahal berukuran 50cm x 50cm dari bahan ban tronton.

"Pembuatan tong sampah dari ban ini kita buat pake cara manual. Sebelum ban dipotong kita asah parang lengkong selama dua jam agar parang super tajam," terang Rini.

Dalam sehari suaminya dapat membuat empat tong sampah dari ban truck dan delapan tong sampah dari ban mobil biasa.

Per bagian yang terdiri dari tutup tong sampah dan kaki tong sampah menggunakan jenis ban yang berbeda.

Hingga saat ini, suami istri yang berpengalaman di bidang kerajinan kreatif selama 20 tahun ini mendapat pesanan dari sekolah dan Dinas Kebersihan Kota Pangkalpinang.

"Bapak (suami) memang berasal dari Kabunan Slawi Tegal, memang satu kampung bikin beginian (kerajinan dari ban mobil). Selama dua tahun ini belum terlalu banyak pemesanan kecuali dari proyek sekolah dan salah satunya lomba melukis hari ini," ujar wanita berkacamata ini(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved