BangkaPos/

Woow! Baru Diresmikan, Hutan Wisata Mangrove Penagan Padat Pengunjung

Anda pernah ke Pantai Tanjung Raya, Penagan? Bila belum, atau sudah pun, kunjungilah pantai di Mendo Barat itu.

Woow! Baru Diresmikan, Hutan Wisata Mangrove Penagan Padat Pengunjung
ist
Ayunan di Wahana Gerbang Rindu kerap jadi rebutan siswa SD dan para ibu serta anak kecilnya. Dalam gambar pemain drumband Gita Pelangi sedang menikmati ayunan alami

BANGKAPOS.COM--Anda pernah ke Pantai Tanjung Raya, Penagan? Bila belum, atau sudah pun, kunjungilah pantai di Mendo Barat itu.

Ada yang ‘menggoda’ di pantai yang berjarak 60 km dari Kota Pangkalpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sejak Sabtu (19/08/2017), di Pantai Tanjung Raya resmi hadir hutan wisata mangrove (bakau).

Ekowisata ini merupakan satu destinasi wisata baru di Kabupaten Bangka, yang menawarkan beberapa ‘spot’ (titik wisata) menarik.

Di sini ada ‘track’ (jalan) sepanjang 500 meter. Tingginya satu meter lebih berada di atas permukaan air laut, dan mengarah ke dalam hutan mangrove.

Di ujung bagian dalam ‘track’ mata pengunjung akan terfokus pada papan nama bertuliskan “No Khalwat Before Akad” (Tidak boleh berdua-duaan sebelum menikah).

“Menyusuri ‘track’ itu pengunjung akan menikmati sensasi hutan wisata mangrove. Selain kaya oksigen, kita bisa menyaksikan flora dan fauna khas Penagan. Antara lain, indahnya kicau bersahutan dari Burung Punai,” terang Inda, satu dari 41 mahasiswa KKN UBB di Penagan, Sabtu petang.

Hutan wisata mangrove dirancang dan dibangun oleh mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 12 di Penagan. Hutan wisata ini menurut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Ririn Amelia, merupakan satu dari sekian program utama KKN UBB di Penagan.

Hutan wisata ini Sabtu pagi diresmikan Camat Mendo Barat Basuni. Ia mewakili Bupati Bangka H Tarmizi. Hadir Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi, Pjs Kades Penagan Jalaludin, Ketua KKN UBB Muhammad Firhan, DPL KKN UBB Ririn Amelia dan ratusan warga Penagan sekitarnya.

Sabtu pagi hingga petang Hutan Wisata Mangrove ramai dikunjungi warga. Selain mencoba ‘track’ (jalan) yang terbuat dari kayu balokan dan papan nyato, mereka juga ber-‘selfie’ (swafoto) ria di ‘spot’ Bambu Jodoh, Rumah Ranting, Gerbang Rindu dan Kursi Ta’ruf.

Halaman
123
Penulis: Dody
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help