BangkaPos/

Keluhkan Pembayaran Pensiun, Pekerja PT SNS Datangi DPRD Bateng

Permasalahan ini dari PB dari 2011, hanya sepatu yang diberikan, pengangkatan tidak ada, selain itu sebelumnya

Keluhkan Pembayaran Pensiun, Pekerja PT SNS Datangi DPRD Bateng
Bangkapos/Evan Saputra
Perwakilan pekerja mendatangi kantor DPRD Bateng mengeluhkan mengenai sistem dari PT SNS, Senin (21/8/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat Desa Lampur mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

Kedatangan beberapa warga ini untuk mempertanyakan mengenai mekanisme di PT SNS yang dinilai tak sesuai dengan keinginan pekerja, Senin (21/8/2017).

Ketua DPRD Bateng, Algafry Rahman langsung menemui perwakilan masyarakat ini untuk mendengarkan keterangan.

Ia pun mengundang serta Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadau Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPPTSPK), Elly Irsyah.

Rustam Bustami, tokoh masyarakat Lampur, mengatakan permasalahan muncul di surat persetujuan bersama (PB) tahun 2011. Dari perjanjian tersebut menurutnya tidak ditepai oleh pihak perusahaan.

"Permasalahan ini dari PB dari 2011, hanya sepatu yang diberikan, pengangkatan tidak ada, selain itu sebelumnya seminggu enam hari kerja sekarang cuma empat hari, sekarang dibayar Senin, Selasa, Rabu dan Kamis. Selain itu sampai sekarang belum diangkat padahal sudah enam tahun kerja, makin tersingkir ditambah tinggal empat hari kerja," katanya.

Beberapa permasalahan lain ialah waktu kerja yang menjadi empat hari dan uang pensiun yang tidak sesuai. Pasalnya, walau hampir 20 tahun bekerja tetap dibayar Rp 10 juta.

"Saya membantu para pekerja disitu, anak saya juga disitu walau lama kerja tapi tidak diangkat, pensiun dibayar 10 juta, padahal 19 tahun kerja, yang baru ngambil sekitar dua orang dari 15 orang. Dewan pernah datang kelokasi bulan Maret lalu, tanggapnnya akan ditindaklanjuti pengangkatan, masalah pensiun dan kerja 4 hari," ujarnya.(*)

Penulis: Evan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help