Dinsos Basel Bantu Siswa Yatim Piatu dan Kurang Mampu

Sebanyak 117 paket yang dibagikan kepada siswa-siswi kurang mampu di 15 Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Airgegas

Dinsos Basel Bantu Siswa Yatim Piatu dan Kurang Mampu
IST
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa membantu sejumlah peralatan dan perlengkapan sekolah bagi anak yatim piatu, dan anak yatim piatu kurang mampu, untuk masa sekolah tahun anggaran 2017, pada Selasa (22/8/2017)

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa membantu sejumlah peralatan dan perlengkapan sekolah bagi anak yatim piatu, dan anak yatim piatu kurang mampu, untuk masa sekolah tahun anggaran 2017, pada Selasa (22/8/2017)

Sebanyak 117 paket yang dibagikan kepada siswa-siswi kurang mampu di 15 Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Airgegas.

Dimana kegiatan yang dilakukan ini dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai kemampuan anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Bangka Selatan dalam rangka melaksanakan amanat undang-undang dan kebijakan kepala daerah dalam upaya memberikan pelayanan kepada siswa-siswa yang berstatus kurang mampu.

Paket bantuan perlengkapan sekolah yang dibagikan kepada siswa berupa baju celana, rok seragam sekolah, topi, dasi, kaos kaki, ikat pinggang, tas dan sepatu. Yang langsung di berikan oleh Dinas Sosial langsung dan disampaikan ke sekolah dan diterima langsung oleh siswa-siswi yang memang memenuhi syarat menerima bantuan tersebut.

Plt. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Sosial Kabupaten Bangka Selatan, Asri Husman, mengatakan semoga pelaksanaan kegiatan yang diatur berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak ini memiliki manfaat dapat dipergunakan terutama dalam meringankan hambatan bagi anak-anak yang kurang mampu di masa sekolah.

"Karena anak juga memiliki hak atas pelayanan antara lain pendidikan untuk mengembangkan kemampuan dan kehidupan sosialnya menjadi warga negara yang baik dan berguna, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terutama Bapak Asmadi, selaku kepala UPT Dinas Pendidikan Kebudayaan Kecamatan Airgegas,"jelas Asri kepada wartawan, Selasa (22/8/2017)

Dijelaskan dalam Undang-Undang tersebut bahwa bantuan dan pelayanan yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan anak menjadi hak setiap anak tanpa membeda-bedakan jenis kelamin, agama, pendirian politik, dan kedudukan sosial.

"Apabila orang tua anak sudah tidak ada, tidak diketahui adanya, atau nyata-nyata tidak mampu untuk melaksanakan hak dan kewajibannya, maka dapatlah pihak lain, baik karena kehendak sendiri maupun karena ketentuan hukum, diserahi hak dan kewajiban itu. Namun bila memang tidak ada pihak-pihak yang dapat melaksanakan nya maka pelaksaanaan hak dan kewajiban itu menjadi tanggungjawab negara," ujarnya.

Penulis: Riki Pratama
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved