Lakukan Lompatan Milenial, UBB Segera Buat Peta Geospasial Tanaman Lada

Mewakili UBB, saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada UBB

Lakukan Lompatan Milenial, UBB Segera Buat Peta Geospasial Tanaman Lada
ist
Setelah dinanti-nanti, 16 item peralatan untuk membuat peta geospasial PPIDS UBB tiba di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Merawang, Selasa (22/08/2017) siang. 

BANGKAPOS.COM --Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali meraih prestasi. Meskipun terkategori sebagai perguruan tinggi negeri baru atau PTNB, pemerintah telah memberi kepercayaan penuh kepada universitas ini untuk mengoperasikan alat-alat geospasial sekaligus membuat peta geospasial di Bangka Belitung. 

Kepercayaan pemerintah itu ditandai dengan Wakil Rektor II Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc, selaku Ketua PPIDS (Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial), Selasa (25/07/2017) siang meneken kesediaan menerima aset pemerintah -- berupa seperangkat server dan data basis geospasial -- di Ruang Akustik UBB.

Penandatanganan dokumen pemerintah itu disaksikan Ketua Badan Informasi Geospasial (BIG) Prof Dr Hasanuddin Z Abidin, sebelum ia memberikan kuliah umum bertema “Penguatan Sumberdaya Manusia Informasi Geospasial Berbasis Kompetensi”, pejabat BIG dan unsur pimpinan UBB serta perwakilan mahasiswa dari lima fakultas di UBB.

“Mewakili UBB, saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada UBB, meskipun usia UBB masih sangat muda. Bagi UBB, kepercayaan ini boleh ditamsilkan sebagai lompatan milenial. Sebab, kini dan di masa depan, utamanya, kehadiran peta geospasial itu sangat penting dan strategis,” ujar Agus Hartoko.

BIG merupakan lembaga non kementerian, namun berada di bawah pengawasan langsung Presiden RI, memberi kepercayaan kepada UBB untuk membuat peta informasi geospasial tematik (IGT) guna mendukung Kebijakan Satu Peta (KSP) Indonesia.

Menurut Agus Hartoko, peta data geospasial itu mesti ada sebelum membuat atau menyusun rencana pembangunan. Setelah peta geospasial hadir maka rencana pembangunan akan mudah terintegrasi satu sama lainnya.

“Dalam waktu dekat ini PPIDS UBB yang bekerjasama dengan instansi lain akan membuat peta geospasial tanaman lada. Juga bisa peta geospasial terhadap unsur-unsur pendukung geopark Bangka Belitung dan pariwisata dan sebagainya,” tukas Agus Hartoko.

Terhadap peta geospasial di Bangka Belitung, Hasanuddin mengemukakan pihaknya sebelum ke UBB telah bertemu dengan Pemrov Babel. Dalam pertemuan itu ia menyarankan melalui peta geospasial tematik maka akan dapat di ‘zoom’ lokasi tanaman lada, pariwisata, pulau-pulau kecil dan distribusi kemiskinan.

“Untuk tingkat kemiskinan misalnya, kita bisa tahu di mana lokasi warga yang dikategorikan miskin itu. Bukan cukup tahu angka atau persentasenya saja,” jelas Hasanuddin.

PPIDS UBB lanjut Ketua BIG merupakan perpanjangan tangan BIG di daerah. PPIDS adanya di perguruan tinggi, dan sejauh ini sudah terbentuk 18 dari 35 target PPIDS di seluruh Indonesia.

Pada bagian lain kuliah umumnya, Hasanuddin mengemukakan jumlah pulau di Bangka Belitung yang telah dibakukan BIG hingga tahun 2012 sebanyak 468 pulau. Lalu, lima tahun kemudian (2017), BIG telah melakukan survei validasi dan verifikasi pulau.

“Sehingga jumlah pulau di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertambah sebanyak 87 pulau,” ujar Hasanuddin, yang menambahkan Indonesia menargetkan 85 peta tematik dalam konteks Kebijakan Satu Peta (KSP) yang berakhir tahun 2019.

Hasanuddin juga mengundang alumni UBB untuk bergabung menjadi karyawan BIG. Sebab sejauh ini hanya ada satu orang saja asal Bangka Belitung yang tercatat sebagai karyawan BIG.

Ia juga mendorong UBB untuk membuat program studi atau strata D1 dan D3 yang mencetak alumni berprofesi sebagai surveyor geospasial.

“Perlu dicatat, profesi surveyor adalah salah satu profesi yang bebas mencari kerja di semua negara ASEAN, atau Komunitas Ekonomi ASEAN. Jangan sampai karena keterbatasan tersedia tenaga surveyor, untuk Bangka Belitung dan daerah lainnya di Indonesia, surveyornya berasal dari negara jiran,” ujar Hasanuddin. (*)

Penulis: Dody
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved