Hutan Mangrove Kurau Semakin Dilirik Wisatawan

Banyaknya jumlah kunjungan wisata di Bangka Tengah tergantung dari banyaknya moment yang diselenggarakan oleh daerah.

Hutan Mangrove Kurau Semakin Dilirik Wisatawan
bangkapos.com/Nordin
Tim Bangka Pos menyusuri sungai di Hutan Mangrove Kurau Barat Kabupaten Bangka Tengah, sebelum akhirnya sampai di pondok wisata Moejang Mangrove, di tengah-tengah kawasan hutan mangrove, Sabtu (25/2/2016).

Laporan Wartawan Bangka Pos Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Banyaknya jumlah kunjungan wisata di Bangka Tengah tergantung dari banyaknya moment yang diselenggarakan oleh daerah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disbudparpora, Zaidi kepada bangkapos.com, Rabu (23/8).

Zaidi menyebutkan kunjungan yang paling banyak yakni saat event GMT tahun lalu, kemudian destinasi ke Hutan Pelawan Desa Namang, Kolong Biru Desa Nibung, dan Pulau Ketawai Nibung.

"Paling banyak berkunjung ke tiga tempat itu, ke Namang mereka lihat keasrian alam, ada madu, hutan pelawan, dan banyak juga wisatawan yang menyelam di pulau ketawai, banyak kunjungannya terutama yang moment GMT itu membludak bener," kata Zaidi, Rabu (23/8/2017).

Selain beberapa kunjungan tersebut, Zaidi mengatakan ada destinasi baru yang mulai diburu para wisatawan asing maupun domestik.

Ia menyebutkan wisata mangrove di Kurau dan Madu kelulut di Lubuk Besar.

"Ini destinasi yang mulai dilirik, sudah banyak wisatawan asing yang datang ke Kurau, dan juga ke Lubuk menghisap langsung madu langsung," katanya.

Penulis: Evan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help