Mahasiswa KKN UBB Berikan Trauma Healing kepada Anak-anak Korban Banjir Belitung

Trauma banjir menyisakan trauma mendalam bagi warga Belitung, terutama anak-anak. Mahasiswa KKN UBB hadir memberikan trauma healing kepada mereka

Mahasiswa KKN UBB Berikan Trauma Healing kepada Anak-anak Korban Banjir Belitung
Ist
Mahasiswa KKN UBB Beltim menggelar trauma healing (upaya menghilangkan trauma) kepada anak-anak korban banjir. Kini mereka kembali gembira dan melakukan aktivitas menyenangkan. Dalam gambar, tampak mahasiswa KKN UBB berfoto bersama anak-anak ‘didik’ mereka di halaman sekolah Manggar 

BANGKAPOS.COM-- Bencana banjir melanda Belitung tidak hanya merusak dan menghancurkan harta benda warga sehingga mengakibatkan kerugian harta-benda yang sangat besar.  Tapi lebih dari itu  menyisakan trauma mulai kadar rendah hingga tinggi,  terutama dialami  anak-anak.

“Kondisi dilematis seperti ini mendorong kami sebagai mahasiswa untuk mengambil peran, melalui trauma healing yaitu  upaya menghilangkan trauma kami lakukan khususnya  kepada anak-anak dari keluarga korban banjir itu,”  tukas Anugrah Tawakal, Ketua KKN UBB Beltim,  Rabu (23/08/2017) pagi.

24 mahasiswa KKN UBB yang ber- posko di Manggar, sejatinya merasakan betul penderitaan yang dialami warga  “laskar Pelangi”.

Sebab mereka  juga  ‘korban’ bencana banjir.  Semula, berdasarkan  rencana awal,  lokasi KKN mereka di Desa Dukong. 

Tapi karena semua akses jalan terbenam air,  terpaksa dipindahkan ke Manggar.

Menurut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UBB Beltim, Irma Akhrianti, awalnya  kelompok KKN Beltim direncanakan di Desa Dukong, Kecamatan Simpang Pesak. 

Semua rencana kegiatan KKN sudah dipersiapkan matang, dengan tema “Masterplan Ekowisata Mengrove dam Pembentukan Kampung Kreatif dan Inovatif Berbasis Diversifikasi Perikanan dan Kelautan”.

“Tema itu kami susun berdasarkan pengalaman KKN yang dilaksanakan tahun 2016.  Desa Dukong itu memiliki potensi pesisir seperti ekosisten mangrove yang sangat padat. Tapi ketika hendak  mendekati waktu berangkat ke Beltim, sebagian  Belitung dilanda banjir.  Menuju ke Desa Dukong tidak ada akses memadai!,” terang Irma.

Dikemukakannya, setelah konsultasi dengan Ketua KKN UBB dan Ketua LPPM, disepakati KKN terus berjalan dengan program kerja penggalangan dana;  sambil  menunggu perkembangan  bencana  banjirdi Belitung.

“Tetapi setelah satu minggu menunggu, banjir pun belum kunjung reda.  Akhirnya kami  mengubah tema KKN  menjadi mitigasi pra dan pasca banjir. Bahwa Manggar kami pilih sebagai posko karena kota ini  merupakan satu-satunya wilayah yang saat itu dapat dicapai melalu Jalur Tengah dari  Kota Tanjungpandan,” ulas Irma.  

Halaman
12
Penulis: Dody
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help