Tim Dispertan Bangka Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Tim Dinas Pertanian Kabupaten Bangka melakukan pemeriksaan rutin hewan kurban di tempat-tempat penjualan hewan kurban.

Tim Dispertan Bangka Periksa Kesehatan Hewan Kurban
Bangkapos.com/Nurhayati
Tim Dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka saat melakukan pemeriksaan hewan ternak di tempat penjualan hewan kurban di penjualan sapi kurban milik Sanafi, Rabu (23/8/2017).  

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Tim Dinas Pertanian Kabupaten Bangka melakukan pemeriksaan rutin hewan kurban di tempat-tempat penjualan hewan kurban.

Pemeriksaan ini untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha ini.

Pemeriksaan meliputi antemortem yakni pemeriksaan fisik hewan sebelum dilakukan pemotongan.

"Hari ini kami melakukan pemeriksaan rutin untuk pemeriksaan hewan kurban pemeriksaan antemortem sebelum pemotongan dari suhu tubuh, kulit, mulut, telinga, sekitar anus untuk melihat apakah diare atau tidak, penyakit-penyakit genesis jadi pemeriksaan antemortem untuk sehatnya pemeriksaan hewan kurban," jelas drh Syaprianti kepada bangkapos.com usai melakukan pemeriksaan hewan kurban di tempat penjualan sapi milik Sanafi di Lingkungan Cenderawasih Sungailiat.

Dari hasil pemeriksaan sapi-sapi milik Sanafi yang dilakukan tim dispertan dinyatakan dalam kondisi sehat dan bisa untuk hewan kurban.

Namun menurutnya, dari hasil pemeriksaan hewan kurban untuk kambing ada yang terjangkit penyakit scabies, pink eye dan ada beberapa kambing yang kondisi tubuhnya panas karena cara pengandangan dan air minum yang kurang baik.

"Dari kemarin hingga sekarang ini masih ada waktu ada waktu dua minggu jadi masih bisa perbaikan. Untuk hewan sakit kita juga melakukan penanganan pengobatan. Kita bawa obat-obatan. Jadi kalau kita menemukan ada ternak yang kurang sehat kita terapi. Harapan Kita di hari H pemotongan hewan kurban sehat," harap Syaprianti.

Dikatakannya, kambing yang sakit masih bisa diobati. Kambing yang sakit scabies dikatakan tidak sehat, jadi perlu penanganan dulu sebelum dijual ke konsumen.

Namun untuk dinyatakan hewan kurban layak atau tidak banyak kriteria tetapi pihaknya khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban.

"Untuk tahun ini penyakit lebih rendah daripada tahun lalu. Kita belum bisa prosentase karena ini baru beberapa hari tapi untuk pemeriksaan kali ini lebih baik. Untuk hewan ternak yang scabies kalau dagingnya aman cuma biasanya kulit dipakai, kalau kena scabies kulit tidak dipakai. Kalau kita memegangnya bisa gatal-gatal bukan mengkonsumsinya," kata Syaprianti.

Menurutnya, karena ini masih ada waktu masih bisa ditangani untuk penyakit yang menyerang hewan kurban.

Penulis: nurhayati
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help