Pengusaha Pariwisata Minta Gubernur Babel Segera Buat Perda Zonasi Pertambangan

Dari dulu hingga sekarang, kami tidak setuju kalau ada aktivitas pertambangan di pesisir pantai.

Pengusaha Pariwisata Minta Gubernur Babel Segera Buat Perda Zonasi Pertambangan
bangkapos.com/dok
Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan bersama istri Hj Melati Erzaldi mendengarkan penjelasan Sian Soegito, Owner Penangkaran Tukik Batavia Beach di Pantai Tongaci Sungailiat, Sabtu (22/7/2017) . 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rencana Gubernur Babel yang ingin membuat perda Zonasi Tambang, serta harapan dari LSM Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa) agar Gubernur mengevaluasi izin tambang, terutama di lokasi destinasi wisata ternyata gaung bersambut.

Seperti yang ungkap oleh Pengelola Tanjung Pesona, Fernadi Santoso yang mengaku pihaknya sudah lama mengecam aktivitas pertambangan di daerah atau sekitar destinasi wisata.

" Dari dulu hingga sekarang, kami tidak setuju kalau ada aktivitas pertambangan di pesisir pantai. Otomatis keindahan akan hilang, air juga akan keruh, sehingga tamu yang datang mau diving juga tidak bisa kalau airnya susah keruh," ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Fernadi pihaknya sudah berupaya menjaga keindahan pantai, serta memperbaiki maupun mempercantik fasilitas hotel agar wisatawan yang berkunjung puas akan pelayanan dan panorama alam yang disuguhkan.

Untuk itu, lanjutnya agar keindahan alam di destinasi wisata terjaga, diharapkan para pemangku kebijakan khususnya pemerintah dapat tegas dan membuat aturan yang mengayomi perusahaan dibidang pariwisata.

" Komitmen kami jelas. Kami harap rencana pak gubernur buat perda Zonasi itu, dapat segera terealisasi. Kami pengelola tidak punya hak untuk melarang orang mau menambang. Tetapi apakah kita tidak malu kalau laut kita keruh, apa kata orang dan wisatawan yang datang," ucapnya.

Hal yang sama dikatakan oleh pengelola Tongaci, David yang berharap pemerintah segera mengambil kebijakan soal izin pertambangan. Sebab apabila ada aktivitas pertambangan di sekitar maka akan berpengaruh terhadap keberadaan Togachi terutama berkaitan dengan penangkaran penyu.

" Kita Ketahui Penyu merupakan hewan yang harus hidup di air yang jernih dan biru. Tapi kita lihat saja di sepanjang pantai kami ini air keruh kecoklat coklatan, dan itu menurut kami mengandung bakteri atau mikroba yang hidup di dalamnya, sehingga sangat rentan bagi anak penyu, " ucapnya.

Kekeruhan air ini, lanjut David selain karena pasang surut air, diduga kuat karena di depan pantai Togachi terdapat aktivitas tambang

"Kita tau pas didaerah depan kita inikan memang ada kegiatan pertambangan. Katanya sudah ada kapling-kaplingannya, tetapi dengan adanya gelombang dan arus berimbas kepada keruhnya air laut " ucapnya.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved