Catat! Ini Nih 5 Fakta tentang Saracen, Sindikat Penyebar Kebencian dan Hoax

Sri Rahayu Ningsih ternyata tergabung dalam jaringan kelompok penyebar ujaran kebencian, Saracen.

Catat! Ini Nih 5 Fakta tentang Saracen, Sindikat Penyebar Kebencian dan Hoax
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Pada 5 Agustus lalu, Satgas Siber Bareskrim Polri di Cianjur menangkap seorang wanita bernama Sri Rahayu Ningsih alias Ny Sasmita.

Ia ditangkap akibat menghina Presiden Joko Widodo.

Sri Rahayu Ningsih ternyata tergabung dalam jaringan kelompok penyebar ujaran kebencian, Saracen.

Baca: Dirjen Hubla Blak-blakan Kumpulkan Uang Terima Kasih Rp 18,9 M dari Pemenang Tender

Kasubag Ops Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri, AKBP Susatyo Purnomo, mengungkapkan bahwa Sri Rahayu Ningsih memiliki peran penting karena memiliki jabatan koordinator Saracen daerah Jawa Barat.

"Iya, SRN itu Sri Rahayu Ningsih. Di Saracen sebagai koordinator wilayah Jawa Barat" ujar Susatyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Baca: Timnas Indonesia dan Malaysia Sudah 15 Kali Bersua, Siapa Superiornya?

Sri Rahayu Ningsih selama ini berperan dalam melakukan ujaran kebencian yaitu dengan memposting ujaran kebencian atas namanya sendiri.

Dirinya juga membagikan ulang posting dari anggota Saracen yang bermuatan penghinaan dengan menggunakan akun pribadi dan beberapa akun lain.

Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap kelompok Saracen yang diduga melakukan kampanye penyebar ujaran kebencian yang bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di dunia maya dalam rilis di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (23/8/2017). (Tribunnews/Fahdi Fahlevi)
Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap kelompok Saracen yang diduga melakukan kampanye penyebar ujaran kebencian yang bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) di dunia maya dalam rilis di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (23/8/2017). (Tribunnews/Fahdi Fahlevi) 

Perempuan 32 tahun itu sebelumnya ditangkap lantaran terbukti menyebarkan ujaran kebencian dan SARA serta berita bohong atau hoax melalui akun Facebook-nya selama setahun terakhir.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved