VIDEO: Wawako dan Kepala BI Babel Ikut Meriahkan HUT RI-72 di Kelurahan Rawa Bangun

Kesejahteraan itu sangat relatif jangan diukur dari harta namun bisa diukur dari kesehatan, keamanan

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Malam puncak HUT RI-72 di Kelurahan Rawa Bangun Pangkalpinang bertema "Gebyar Rupiah Untuk Negeri", Sabtu (26/8) dihadiri Wakil Walikota Pangkalpinang Muhammad Sophian dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bayu Martanto.

Wakil walikota Pangkalpinang, M.Sophian saat berada di tengah-tengah puluhan warga Kelurahan Rawa Bangun bertanya mengenai arti kemerdekaan memaknai HUT RI-72. Menurutnya kecukupan materi selalu dipandang sebagai indikator kesejahteraan.

"Kesejahteraan itu sangat relatif jangan diukur dari harta namun bisa diukur dari kesehatan, keamanan lingkungan dan tak ada intimidasi dari kelompok lain," ujarnya.

Di beberapa kelurahan di Pangkalpinang, dikatakannya tak jarang masyarakat yang menyumbang uang hingga meraih total puluhan juta untuk membiayai kemeriahan perlombaan HUT Kemerdekaan. Ia pun berharap agar lembaga vertikal dapat mencontoh Bank Indonesia memberikan dukungan moril bagi kelurahan-kelurahan di Pangkalpinang.

Sementara Kepala Bank Indonesia kantor perwakilan Bangka Belitung, Bayu Martanto dalam acara "Gebyar Rupiah Untuk Negeri" turut mensosialisasikan langsung cara merawat uang rupiah yang tepat. Sebabnya uang lusuh yang tak layak pakai lagi akan dihancurkan oleh Bank Indonesia, padahal biaya pencetakan uang baru relatif mahal.

"Sayangi uang rupiah kita agar dimasukin dompet dengan rapi. Jangan di tas kresek nanti repot ngerapiinnya," saran Bayu Martanto.

Pada kesempatan malam puncak kemeriahan HUT Kemerdekaan RI di Kelurahan Rawa Bangun, Bayu juga menyinggung kebiasaan masyarakat yang lebih berminat menyimpan uang di rumah daripada disimpan di perbankan.

Dari hasil penelitian masyarakat kita yang menyimpan uang di bank hanya 20-30 persen. Sedangkan di luar negeri, 60 persen masyarakatnya sudah menabung di bank. Minimnya minat masyarakat yang menabung di bank menurut Bayu akan berpengaruh terhadap kesejahteraan suatu negara.

"Kalau masyarakat lebih banyak menabung ke bank, berarti ekonomi berputar. Uang itu bisa diputar untuk memberikan bantuan kredit dan lain-lain pada yang sedang membutuhkan," tutupnya.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved