Ini Kata Mahasiswa KKN Bersama, Budaya Bangka Itu Luar Biasa!

Sebanyak 120 mahasiswa dari 23 perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah Indonesia bagian Barat selama 35 hari melaksanakan KKN Bersama

Ini Kata Mahasiswa KKN Bersama, Budaya Bangka Itu Luar Biasa!
Ist
Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi (tengah, bertopi) dan rombongan, berpose gaya optimistik (menggepalkan lengan) bersama para mahasiswa KKN Bersama BKS-PTN Indonesia bagian Barat di Desa Payabenua, Mendo Barat, Sabtu (26/08/2017). 

BANGKAPOS.COM -- Sebanyak 120 mahasiswa dari 23 perguruan tinggi negeri (PTN)  di wilayah Indonesia bagian Barat selama 35 hari melaksanakan KKN Bersama di Kabupaten Bangka.  Mereka mengaku kagum dan terkesima dengan keramahtamahan dan kekeluargaan yang amat kental dari setiap warga masyarakat di lokasi KKN

“Budaya Bangka itu luar biasa.  Baru saja kita  kenal warga, sudah diajak ke rumah.  Kita sudah dianggap keluarga besar, diajak makan bersama.  Budaya Bangka patut diacungi jempol!,”  ujar Sintia, mahasiswa Jurusan Antropologi Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh Utara,  salah seorang dari 30 mahasiswa KKN Bersama di Desa Payabenua, Mendobarat, Sabtu (27/08/2017).

Kepada Rektor UBB,  Dr Ir Muh Yusuf MSi dan rombongan yang hari itu meninjau lokasi KKN BKS-PTN bagian Barat di Kecamatan Mendo Barat,  Sintia berharap  budaya yang hidup di  Bangka itu tetap dipertahankan.

“Sebagai mahasiswa Atropologi yang menekuni ilmu kemasyarakatan, saya terkesan sekali.  Apalagi warga di sini sangat agamis. Tiap warga masyarakat berbasiskan kekrabatan yang amat kuat,” tukas Sintiakepada Rektor UBB didampingi Ketua LPPM Dwi Haryadi, Ketua UBB Press Eddy Jajang J Atmaja, Sekretaris LPPM Nanang Wahyudin,  Syamsul Hadi dan Ria Armanda (Dosen Pembimbing Lapangan KKN).

Sebanyak 120 mahasiswa PTN Indonesia bagian Barat tiba di Bangka 27 Juli.  Mereka melaksanakan KKN Bersama di Desa Penyamun, Gunung Muda, Payabenua, Rukam dan Cengkong Abang (Mendobarat) hingga 30 Agustus.Tiap lokasi KKN terdapat 30 mahasiswa.

Azwir,  mahasiswa Jurusan Komunikasi Dakwah, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, mengatakan,  selain keramahtamahan, ia terkagum-kagum  dengan kesetiakawanan  para pemuda di Desa Payabenua.

“Meski baru kenal,  para pemuda di sini ikhlas meminjamkan kami sepeda motornya. Bahkan ketika mengajak kami menonton pertandingan bola kaki, mereka rela  menunggu kami mandi dulu.  Kami diajak ke kebun, makanan pun disediakan mereka,” ujar Azwir.

Awal datang ke Payabenua, aku Azwir, mahasiswa/i KKN Bersama tidak tahu cara  mendekati para pemuda di sana. Para pemuda/i di Payabenua pun enggan datang ke Posko KKN Bersama di samping Kantor Kades Payabenua.

“Belakangan, caranya baru kita ketahui. Kita dulu yang menegur, lalu mereka jadi akrab kepada kita. Setelah dekat, kita bagaikan keluarga saja. Kita diajak ke mana saja, ke kebun misalnya,” ujar Azwir  di ruang pertamuan Kantor Kades Payabenua.

Kebaikan warga kepada mahasiswa KKN Bersama juga diwujudkan dengan memberikan buah-buahan dan sayur mayur yang diperlukan mahasiswa.  Nanas, kacang panjang, terong, sawi, bayam dan kucai,  serta  buah-buahan lainnya hasil kebun warga diantar ke posko mahasiswa.

Menurut Sintia, ia sebenarnya ingin lebih lama tinggal di Bangka.  Terutama  untuk mempelajari budaya yang hidup di Negeri Sepintu Sedulang  ini.  Tetapi usai penutupan KKN Bersama 30 Agustus, ia harus  segera pulang ke Aceh.

“Sebab  keluarga kami di Aceh akan menggelar Tradisi Meugang.  Yaitu tradisi  makan bersama menjelang ramadhan dan Idul Adha.  Pada acara ini semua anggota keluarga harus hadir,” ujar Sintia.

Dalam kunjungan ke lokasi KKN Bersama di Desa Payabenua, Rektor Muh Yusuf ‘menjual’ (melontarkan) sejumlah pantun, antara lain  berisi pesan ucapan ‘selamat datang’ dan mahasiswa berjaya (sukses).  Pantun ini langsung ‘dibeli’ (dibalas)  Munirah, mahasiswi Universitas Raja Ali Haji, Kepulauan Riau.

Karuan saja ruang kerja kepala desa yang cukup luas, dan menjadi tempat pertemuan itu ‘geger’ dengan keriuhan tepuk-tangan dari  mahasiswa KKN Bersama.  Mereka takjub dengan keberanian Munirah yang membalas langsung pantun  Pak Rektor UBB. (*/doi)

Penulis: Dody
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help