Kejari Pangkalpinang Kembali Periksa Pegawai Pertamina

Dari kasus ini kerugian keuangan negara mencapai angka sebesar Rp 4,9 milyar dari tahun anggaran 2011 hingga 2016

Kejari Pangkalpinang Kembali Periksa Pegawai Pertamina
bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang, Hendi Arifin 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Upaya pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang mengusut tuntas perkara dugaan korupsi biaya ticketing di tubuh PT Pertamina Depo Pangkalpinang sampai saat ini terus berlanjut.

Bahkan Selasa (29/8/2017) pihak Kejari Kota Pangkalpinang kembali memeriksa sedikitnya 4 (empat) orang terkait kasus dugaan korupsi di BUMN tersebut.

"Empat orang rencananya hari ini kita periksa salah satunya SE namun yang bersangkutan ini (SE--red) berhalangan hadir karena sakit dan SE dijadwalkan Senin pekan depan selaku tersangka," kata Plt Kejari Kota Pangkalpinang, Mayza Choirawan SH MH melalui Kasi Intelijen Kejari Kota Pangkalpinang, Hendi Arifin SH kepada wartawan, Selasa (29/8/2017) siang di gedung Kejari Kota Pangkalpinang.

Ia menegaskan dari total 3 orang yang diperiksa pihaknya (Kejari Kota Pangkalpinang) hari ini 2 (dua) diantaranya menurutnya tak lain merupakan pegawai PT Pertamina Depo Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang.

Sebelumnya sempat diberitakan jika pihak Kejari Kota Pangkalpinang sempat memeriksa sedikitnya mantan pejabat atau Kepala Depo PT Pertamina Pangkal Balam masing-masing GW, Mu, AH termasuk SE selaku Supervisor Keuangan PT Pertamina Depo Pangkal Balam.

Bahkan sebelumnya pula tim penyidik Kejari Kota Pangkalpinang pun sempat pula memanggil sekaligus memeriksa sejumlah pegawai atau mantan pegawai PT Pertamina Depo Pangkal Balam hingga seorang pegawai out sourching PT Pertamina Depo Pangkal Balam, Kurniadi kini telah berstatus sebagai tahanan pihak Kejari Kota Pangkalpinang setelah yang bersangkutan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Pertamina Depo Pangkal Balam.

"Dari kasus ini kerugian keuangan negara mencapai angka sebesar Rp 4,9 milyar dari tahun anggaran 2011 hingga 2016," kata Hendi saat ditemui di gedung Kejari Kota Pangkalpinang belum lama ini.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help