Menhub Sebut Uang Rp 20 M yang Diterima Dirjen Hubla Bukan Suap tapi Uang Terima Kasih

Menhub mengungkapkan uang yang diterima Dirjen Perhubungan Laut A Tonny Budiono bukan uang suap melainkan uang terima kasih.

Menhub Sebut Uang Rp 20 M yang Diterima Dirjen Hubla Bukan Suap tapi Uang Terima Kasih
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meninjau Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (9/8/2016). Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta resmi beroperasi sepenuhnya hari ini. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap anak buahnya.

Ia mengungkapkan kalau uang yang diterima bawahannya Dirjen Perhubungan Laut A Tonny Budiono bukan uang suap melainkan uang terima kasih.

"Pak Tonny sendiri mengatakan tidak ada yang salah dengan pelaksanaan proyek dan mengatakan uang yang diterima merupakan ucapan terima kasih. Namun ucapan terima kasih yang diberikan kakehan (kebanyakan)," kata Budi kepada pers di Surakarta, Jumat (25/8/2017).

Baca: Dirjen Hubla Blak-blakan Kumpulkan Uang Terima Kasih Rp 18,9 M dari Pemenang Tender

Namun anehnya dia berjanji akan mengawasi secara rinci semua proyek yang berjalan pada kementeriannya. 

Dengan demikian, kasus yang menimpa Dirjen Perhubungan Laut tidak terulang lagi.

Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Budiono (rompi oranye) ditahan petugas KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur Jakarta, Kamis (25/8/2017), usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) penerimaan suap sebesar Rp20,074 miliar terkait proyek di Kemenhub sepanjang 2016-2017. ( (Tribunnews.com/Abdul Qodir)
Dirjen Hubla Kemenhub Antonius Tonny Budiono (rompi oranye) ditahan petugas KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur Jakarta, Kamis (25/8/2017), usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) penerimaan suap sebesar Rp20,074 miliar terkait proyek di Kemenhub sepanjang 2016-2017. ( (Tribunnews.com/Abdul Qodir) 

Bagaimana mungkin kasus serupa tidak terulang lagi jika seorang menteri menolerir tindakan anak buahnya yang menerima suap tidak ada yang salah dan menganggap uang Rp 20 miliar sebagai uang terima kasih?

"Kalau dulu saya lebih banyak di fungsi pengawasan, tapi yang akan datang saya akan lebih awasi dan teliti secara rinci semua proyek yang ada di kementerian," kata Budi.

Baca: Dirjen Hubla Timbun Uang Suap Rp 20 Miliar Sejak 2016, Buat Apa?

Hal itu dikatakannya usai bertemu dengan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo guna membahas transportasi dari dan menuju Bandara Adi Soemarmo, seperti dikutip dari Antaranews.com. 

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved