9 Adab Hari Raya Idul Adha yang Kadang Terlupakan, Nomor 9 Banyak yang Tidak Tahu

Beberapa adab hari raya Idul Adha yang dilakukan umat muslim agar mendapat keberkahan

9 Adab Hari Raya Idul Adha yang Kadang Terlupakan, Nomor 9 Banyak yang Tidak Tahu
bangkapos.com/Resha Juhari
Seorang penjual kulit ketupat menggantung dagangannya di Pasar Pembangunan, Kota Pangkalpinang, Selasa (29/8/2017). Menjelang hari raya Idul Adha, penjual kulit ketupat semakin ramai di kota Pangkalpinang. 

1. Mandi besar

Dari Nafi’, beliau mengatakan bahwa Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat ke lapangan. (HR. Malik dan asy-Syafi’i dan sanadnya shahih)

Dibolehkan untuk memulai mandi hari raya sebelum atau sesudah subuh.

Ini adalah pendapat yang kuat dalam Madzhab Syafi’i dan pendapat yang dinukil dari imam Ahmad.

2. Memakain wangi-wangian bagi pria

Dari Ibnu Abbas, bahwa pada suatu saat di hari Jumat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya hari ini adalah hari raya yang Allah jadikan untuk kaum muslimin. Barangsiapa yang hadir jumatan, hendaknya dia mandi. Jika dia punya wewangian, hendaknya dia gunakan, dan kalian harus gosok gigi.” (HR. Ibn Majah dan dihasankan al-Albani)

3. Mengenakan pakaian yang paling bagus

Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan: Umar bin Khathab pernah mengambil jubah dari sutra yang dibeli di pasar.

Kemudian dia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Ya Rasulullah, saya membeli ini, sehingga engkau bisa berhias dengannya ketika hari raya dan ketika menyambut tamu. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menolaknya karena baju itu terbuat dari sutra. (HR. Bukhari, Muslim, dan an-Nasa’i)

4. Tidak Makan Sampai Pulang dari Shalat Idul Adha

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved