Korban Banjir Beltim yang Menerima Jaminan Hidup Akan Diverifikasi Kembali

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur segera melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima jaminan hidup (Jadup) korban banjir

Korban Banjir Beltim yang Menerima Jaminan Hidup Akan Diverifikasi Kembali
IST
Jalan rusak akibat banjir di kawasan Aik Merantik, Belitung Timur. Jalan ini disebut-sebut warga merupakan akses Kecamatan Manggar-Gantung. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kementerian Sosial mengharapkan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur segera melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima jaminan hidup (Jadup) korban banjir.

Ini untuk menghindari ketidaksesuaian pembagian Jadup korban banjir di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya mendapat laporan bahwa ada beberapa warga yang menjadi korban tetapi tidak mendapatkan bantuan Jadup. Seharusnya, kata dia, seluruh korban berhak menerima bantuan

“Saya harapkan segera diverifikasi ulang dan pemenuhan pembagian jadup ini segera diatasi. Setelah saya koordinasi sebenarnya Pemkab Belitung Timur sudah melaksanakan pembayaran sesuai dengan data yg tertuang sesuai Surat Keputusan Bupati tentang penerima Jadup," ungkap Khofifah dalam siaran rilis Kemensos RI, Sabtu (2/9).

"Namun saya juga memahami siatuasi ini, mengingat saat pendataan korban banjir yang berhak mendapat jadup suasananya masih dalam kondisi tanggap darurat, dan kami juga sampaikan jika ada data baru silahkan di SK tambahan,” tambahnya.

Khofifah mengungkapkan, sesaat setelah mendengar kabar adanya kisruh, pihaknya langsung melakukan kroscek ke Pemkab Belitung Timur. Oleh Kepala Dinas Sosial setempat diterangkan, pembagian Jadup berdasarkan hasil pendataan awal, dimana semua korban terdampak telah masuk dalam pendataan. Namun, ketika dilakukan pembayaran beberapa warga yang mengaku sebagai korban tidak mendapatkan Jadup.

Khofifah menambahkan, jumlah uang yang ditransfer Kemensos kepada Pemkab Belitung Timur pun berdasarkan pada SK. Bupati. Artinya tidak ada pemotongan atau penyelewengan seperti yang dipersangkakan warga Kecamatan Gantung, Belitung Timur

“Karenanya kami minta Pemkab segera verifikasi ulang. Nanti silahkan diajukan kembali secepatnya untuk diberikan tambahan bantuan Jadup,” imbuhnya.

Khofifah menerangkan, dasar pemberian bantuan Jadup, kata Khofifah, adalah Peraturan Menteri Sosial Nomor 04 Tahun 2015. Dalam Permensos tersebut disebutkan penerima Jadup adalah keluarga yang mengalami kerusakan rumah berat dan diberikan satu kali setelah masa tanggap darurat selesai. Adapun besarannya Rp10.000 per jiwa per hari selama 90 hari atau tiga bulan.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved