BangkaPos/

Menyusuri Wisata Pantai Baru di Pulau Bangka, Gugusan Batuan Memanjakan Mata

Destinasi wisata baru yang selama ini bagaikan surga tersembunyi ditemukan di daerah Belinyu, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Menyusuri Wisata Pantai Baru di Pulau Bangka, Gugusan Batuan Memanjakan Mata
(kompas.com/heru dahnur)
Pantai penuh bebatuan metamorf yang diduga berusia ratusan juta tahun di Belinyu, Kepulauan Bangka Belitung. 

“Keberadaan bebatuan ini diperkirakan sudah ada sebelum masa dinosaurus,” kata Sober, peneliti bebatuan yang tergabung dalam Maraspala Indonesia, Sabtu (2/9/2017).

Ia menilai, bebatuan ini masuk dalam peta jalur Geologis Pemali dan sangat langka. Melalui bebatuan ini, bisa diukur usia dan proses terjadinya Pulau Bangka.

“Untuk pengembangan bisa dibuat konsep Geopark. Ini sangat bermanfaat bagi daerah termasuk masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pemandangan alam yang memesona terhampar memanjakan mata. Gugusan bebatuan bertebaran di sepanjang pantai yang berhadapan langsung dengan laut China Selatan. Ukuran bebatuan bervariasi, mulai dari diameter lima puluh senti hingga gugusan batuan yang membentuk sebuah pulau.

Ketua Maraspala Indonesia, Sapta Qodriah, mengatakan ekosistem yang masih terjaga tampak dari pepohonan bakau yang tumbuh rimbun serta burung camar yang terlihat beterbangan di sepanjang garis pantai.

Namun sayang, kondisi pantai penuh bebatuan metamorf kini mulai terancam seiring banyaknya tumpukan sampah plastik yang terbawa arus laut.

“Sebagian sampah plastik berasal dari produk-produk negara luar yang diduga dibuang dari kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Bangka,” kata Sapta.

Demi jangka panjang, kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan agar pantai bebatuan metamorf tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan. Tapi juga terjaga kelestariannya, dan mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help