Ribet, Warung Kelontong di Pangkalpinang Enggan Jual Gas Melon

Pemilik toko kelontong atau warung yang menjual kebutuhan sehari-hari di Kelurahan Keramat sudah dua bulan tidak menjual gas 3 kg

Ribet, Warung Kelontong di Pangkalpinang Enggan Jual Gas Melon
bangkapos/nurdin
Sebagian warga mampu masih menggunakan tabung gas 3 kg di rumahnya di kelurahan Keramat Pangkalpinang, Senin (4/9) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pemilik toko kelontong atau warung yang menjual kebutuhan sehari-hari di Kelurahan Keramat Kecamatan Rangkui Pangkalpinang sudah dua bulan terakhir tidak menjual gas 3 kilogram.

Mereka beralasan merugi, belum lagi waktu yang diluangkan untuk mengantri membelinya, persyaratan, juga pembagian empat biji pertoko.

"Saya sudah dua bulan tidak jualan gas 3 kg, lebih banyak ruginya terutama saat nganti, waktu kita banyak yang terbuang sedangkan untungnya cuma seberapa karena sudah di bagi setiap toko," terang Nasrun warga Keramat kepada bangkapos.com, Senin (4/9)

Nasrun menyebutkan, mendapatkan gas 3 kilogram sekarang bukan seperti setahun sebelumnya. Ada persyaratan dan dijatah pertoko.

"Itu tabung gas 3 kg saya simpen saja, sekarang saya jual gas non subsidi, urusannya pun tidak ribet," ujarnya

Terpisah Harun (50) warga Kelurahan Pintu Air Pangkalpinang juga menyebutkan hal senada. Dirinya sudah tidak lagi menjual gas 3 kg karena tidak mau pusing.
Sebetulnya menurut Harun, cukup banyak warga yang mencari gas 3 kg, terlebih saat ada perayaan.

"Idul fitri tahun lalu saya mulai berhenti jual gas, termasuk yang 3 kg, untung tidak seberapa juga," imbuh Harun

Terpisah penjual siomay dan batagor di seputaran Alun-alun Taman Mardeka Pangkalpinang Alimukminin (40) menyebutkan, mendapatkan gas 3 kg sekarang gampang-gampang susah.

Kadang ada pihak yang ngantar ke rumah, kadang-kadang juga harus ke toko kelontong untuk membelinya.

"Kalau sekarang saya beli gas 3 kg Rp 25 ribu pertabung. Barangnya lumayan sulit di dapat, kadang harus pesan dulu ke warung minta di tinggal," sebut Ali yang sudah 3 tahun berjualan di Alun-alun taman Merdeka Pangkalpinang ini

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved