Tanam 3000 Kelapa Hibrida Bentuk Komitmen HKTI Babel Untuk Hijaukan Lahan Kritis

Tujuannya memanfaatkan lahan kritis untuk dikembalikan menjadi lahan layak tanam dan menjadi lahan produktif.

Tanam 3000 Kelapa Hibrida Bentuk Komitmen HKTI Babel Untuk Hijaukan Lahan Kritis
bangkapos.com/Riyadi
Tanaman kelapa hibrida yang ditanam Ketua HKTI Babel Mulyadi, di lahan kritis eks tambang di Kecamatan Parittiga. Tanaman yang baru berusia sekitar setahun itu tumbuh subur. Pengelola Bukit Mantan (Manik-Gantan) Indah Parittiga Hasbullah di lokasi kebun kelapa tersebut. Foto Senin (4/9/2017).

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengelola Bukit Mantan (Manik-Gantan) Indah Parittiga, Hasbullah mengungkapkan, bahwa Ketua HKTI Babel (Mulyadi), membuat terobosan yakni menanam kelapa hibrida di lahan eks tambang.

Tujuannya memanfaatkan lahan kritis untuk dikembalikan menjadi lahan layak tanam dan menjadi lahan produktif.

Baca: Ketua HKTI Babel Tanam 3000 Kelapa Hibrida di Lahan Eks Tambang

Lahan eks tambang seluas 300 hektar yang ditanami 3000 kelapa hibrida tersebut, berada di Bukit Mantan (Manik-Gantan) Indah di Desa Air Gantang Kecamatan Parittiga.

Selain itu pengembalian lahan agar menjadi hijau atau rehabilitasi lahan paska tambang, dengan ditanami kelapa tersebut, juga diharapkan bisa bernilai ekonomis untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

"Komitmen Ketua HKTI Babel, terhadap lahan kritis eks tambang, yakni hijaukan lahan kritis seperti ini, agar menjadi lahan yang produktif dan ekonomis," kata Hasbullah kepada bangkapos.com, Senin (4/9/2017).

Lahan yang sudah kritis akibat aktivitas penambangan, tidak boleh dibiarkan, tapi harus diolah menjadi lahan hijau.

"Penanaman 3000 kelapa hibrida ini, juga punya orientasi, hasil buahnya nanti untuk pemenuhan kebutuhan pasar dan masyarakat, kapanpun buah kelapa tetap dibutuhkan, selain itu kelapa juga bisa diolah jadi kopra, buah kelapa tetap punya pasar sendiri, jangan takut, makanya Ketua HKTI Babel mengajak semua pihak jangan berpangku tangan, tapi bangun komitmen untuk menghijaukan kembali lahan eks tambang, agar produktif dan bernilai ekonomis," jelas Hasbullah.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved