BangkaPos/

Johan Murod Sesalkan Tak Disetujuinya Anggaran Rakernas HNSI ke 8

Padahal menurutnya kegiatan rakernas HNSI ke-8 sebelumnya telah disetujui berdasarkan hasil Munas ke-7 di Jogjakarta

Johan Murod Sesalkan Tak Disetujuinya Anggaran Rakernas HNSI ke 8
bangkapos.com/Evan Saputra
Johan Murod 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel), Johan Murod menyesalkan pihak DPRD provinsi Babel tak menyetujui usulan anggaran untuk kegiatan rapat kerja nasional (rakernas) HNSI ke-8 pada tahun 2017 ini.

Padahal menurutnya kegiatan rakernas HNSI ke-8 sebelumnya telah disetujui berdasarkan hasil Munas ke-7 di Jogjakarta tak lain berkat kerja keras atau gagasan yang telah dilakukan olehnya.

"Rencana digelarnya rakernas HNSI di Babel sesungguhnya hasil rapat komisi-komisi dalam Munas HNSI di Jogjakarta beberapa waktu lalu. Padahal waktu itu hampir sebagian besar pengurus HNSI dari sejumlah provinsi lainnya rebutan untuk jadi tuan rumah," kata Johan Murod kepada bangkapos.com, Senin (4/9/2017) malam.

Bahkan sebelumnya pengurus DPD HNSI se-Indonesia menurutnya justru menyepakati bila Rakernas HNSI tahun ini digelar di Batam.

Hal itu lantaran para pengurus DPD HNSI menurutnya sebagian besar beranggapan jika rakernas HSNI digelar di Batam cukup dekat bagi peserta rakernas untuk melanjutkan bepergian ke negara Singapura.

"Akan tetapi anggapan pengurus DPD HNSI dari daerah lainnya saat itu langsung saya alihkan dan saya katakan jika Babel sendiri cukup dekat pula dengan negara Singapura," terangnya.

Tak sekedar itu yang sangat disesalkanya akibat atau dampak tidak disetujuinya usulan anggaran pihaknya (HNSI Babel) sebesar Rp 2 milyar oleh pihak legislatif untuk kepentingan rakernas justru peluang memperkenalkan Babel kepada provinsi-provinsi lainnya malah jadi tertunda.

"Apalagi kita ketahui kuliner di pulau Bangka ini kan cukup enak termasuk makanan kas daerah kita sehingga hal ini kan merupakan peluang yang sangat baik bagi pemerintah daerah memperkenalkan diri kepada provinsi lainnya," katanya.

Meski rencana kegiatan rakernas HNSI ke-7 tahun ini tertunda namun ditegaskan ia jika pihak HNSI Babel yang telah disepakati selaku tuan rumah sebelumnya justru telah mempersiapkan akomodasi 500 kamar untuk penginapan khususnya hotel kelas bintang di pulau Bangka bagi 1000 orang peserta untuk kegiatan rakernas HNSI ke-7 tahun ini.

"Provinsi Babel harus sering-sering menggelar kegiatan dalam tingkat nasional sebab hal ini sejalan dengan misi gubernur kita. Seperti kegiatan MXGP dan panjat tebing bahkan kalau perlu event bertaraf internasional," katanya.

Jika seandainya pelaksanaan kegiatan rakernas HNSI ke-7 tahun ini tidak ditunda sangatlah disayangkanya, sebab menurut Johan justru akan dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan RI, Susi Pujiastuti.

"Hal itu sempat diungkapkan oleh ibu Susi saat saya hendak pamit dalam acara munas di Jogja. Waktu itu beliau berpesan bahwa saya harus bisa melaksanakan kegiatan rakernas HNSI ke-7 tahun ini di Babel," terangnya.

Saat disinggung kembali soal pihak legislatif menolak usulan anggaran kegiatan rakernas HNSI ke-7 di Babel tahun ini justru ia berharap penundaan tersebut diharapkanya dapat lebih memaksimal perencanaan yang lebih matang.

"Saya sudah konfirmasi langsung ke pimpinan DPRD provinsi Babel kata beliau kegiatan rakernas tersebut ditunda hingga bulan Pebruari 2018 mendatang. Sebenarnya hal itu tidak menjadi persoalan bagi saya hanya saja minta anggaran yang kita usulkan itu ditambah lagi," katanya.(*)

Penulis: ryan augusta
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help