BangkaPos/

Penjelasan Citilink yang Menurunkan Penumpang yang Berseteru dengan Pramugari

Vice President Citilink Indonesia Benny S Butarbutar berkomentar tentang insiden penurunan penumpang dalam penerbangan QG 837 rute Kualanmu

Penjelasan Citilink yang Menurunkan Penumpang yang Berseteru dengan Pramugari
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Penumpang turun dari pesawat Airbus A320 maskapai Citilink saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hassanudin, Makasar, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2017) 

BANGKAPOS.COM - Baru-baru ini beredar kasus penurunan penumpang dari pesawat Citilink di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Alasan utamanya adalah karena penumpang diduga mendorong pramugari Citilink.

Vice President Citilink Indonesia Benny S Butarbutar berkomentar tentang insiden penurunan penumpang dalam penerbangan QG 837 rute Kualanmu (Medan) – Cengkareng, Tangerang, pada Senin (4/9) pukul 09.40 WIB. Menurut Benny, langkah penurunan penumpang tersebut sudah sesuai dengan ketentuan penerbangan.

Benny menyebutkan kejadian tersebut memang telah menyebabkan terjadinya keterlambatan penerbangan sekitar satu jam.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, penurunan penumpang terjadi saat proses boarding ke dalam pesawat. Insiden berawal dari cekcok mulut antara penumpang pria yang duduk di barisan kursi depan dengan pramugari Citilink Indonesia terkait barang bawaan penumpang yang diketahui melebihi ketentuan penerbangan. Tidak terima atas pemberitahuan dari awak kabin, penumpang tersebut tiba-tiba saja mendorong pramugari,” kata Benny dalam keterangan pers yang diterima KompasTravel, Selasa (5/9/2017).

Benny menjelaskan bahwa pramugari merasa mendapat perlakukan tidak semestinya. Sang pramugari pun segera melapor kepada kapten pilot.

Kemudian, pilot segera mengambil tindakan sesuai prosedur operasi standar (SOP) dengan menurunkan penumpang tersebut agar penerbangan dapat segera dilanjutkan, mengingat para penumpang lainnya meminta untuk pesawat segera lepas landas.

“Kebijakan menurunkan penumpang memang sudah semestinya jika kapten pilot menilai ada hal yang dapat menganggu jalannya penerbangan. Sedangkan penumpang yang bersangkutan awalnya tidak mau diturunkan, namun akhirnya tetap bisa diturunkan,” katanya.

Benny melanjutkan, kedua penumpang yang duduk di kursi 1E dan 1F diturunkan dengan didampingi petugas keamanan penerbangan setempat (Avsec), petugas keamanan Gapura serta staf Citilink Indonesia.

Kedua penumpang itu kemudian turun dari pesawat bersama barang bawaannya dan kapten pilot segera memulai proses penerbangan selanjutnya.

"Penerbangan QG 837 yang mengangkut 147 penumpang itu seharusnya berangkat pukul 09.25 WIB, namun akhirnya baru terbang pada pukul 10.30 WIB dan mendarat dengan aman di Bandara Soekarno – Hatta, Cengkareng, pada pukul 12.47 WIB," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasangan suami istri Rimon Sianipar dan Nursydha Sihombing diturunkan dari pesawat milik maskapai Citilink penerbangan QG 0837 tujuan Bandara Soekarno Hatta pada Senin (4/9/2017) siang.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, keributan antara penumpang dan awak kabin sesaat hendak take off di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mengakibatkan terjadinya penundaan terbang hingga lebih dari satu jam.

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help