BangkaPos/

Petani Mengeluh, Lagi Semangatnya Berkebun dan Beternak Anggaran Malah Dihapus

Penghapusan anggaran pengadaan bibit sapi dan sahang Provinsi Babel menuai kontra dari petani dan peternak.

Petani Mengeluh, Lagi Semangatnya Berkebun dan Beternak Anggaran Malah Dihapus
ilustrasi petani sahang

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Penghapusan anggaran pengadaan bibit sapi dan sahang Provinsi Babel menuai kontra dari petani dan peternak.

Salah seorang peternak sekaligus petani di Desa Romodon Bangka Tengah, Amir menuturkan, semenjak dirinya beternak sapi beberapa keperluan mereka bisa terpenuhi.

Misalnya kotoran dan air kencingnya dijadikan pupuk, kemudian gas, kompos, hingga dijual kembali. Sapi pun digulirkan dan dimanfatkan saat ada kebutuhan mendesak.

"Banyaklah manfatnya jika beternak sapi, karena kami sudah merasakannya, yang paling gampang adalah untuk pertanian belum lagi jika kita ada kebutuhan mendesak, bisa dijual," ujar Amir kepada bangkapos.com, Selasa (5/9).

Amir menyebutkan, sangat sayang jika harus ditiadakan pengadaan bibit sapi, mengingat selama dua tahun ia beternak sapi dan merasakan manfaatnya.

"Kalau bisa jangan dihilangkan, ini bisa merugikan masyarakat kita, apalagi sekarang masyarakat sangat bersemangat beternak sapi," sebut Amir.

Terpisah petani Sahang di desa Simpang Katis Bangka Tengah Abdullah (47) mengucapkan hal yang tidak jauh berbeda.

Menurutnya petani sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah. Apalagi untuk menunjang keperluan pertaniannya.

"Meskipun kami belum pernah mendapatkan bantuan bibit sahang dari pemerintah tapi saya pikir bantuan ini sangat perlu dan ditunggu masyarakat. Apalagi sekarang cari bibit sahang cukup sulit," terangnya.

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help