BangkaPos/

Program ini Dijalankan Maksimal, Fitriyansyah Optimis Pangkalpinang Bebas Rutilahu 2018 Terwujud

Jadi setiap kelurahan bisa bangun kurang lebih tujuh unit rumah. Kita ada 42 kelurahan, jadi total bisa bangun 294 rumah layak

Program ini Dijalankan Maksimal, Fitriyansyah Optimis Pangkalpinang Bebas Rutilahu 2018 Terwujud
Bangkapos/Zulkodri
Kepala Dinas Sosial dan PPA Kota Pangkalpinang, Fitriyansyah saat meninjau pembangunan E-Warung di Gabek, Rabu (26/07/2017). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Dinas Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Pangkalpinang, Fitriyansyah menyebutkan apabila 40 persen dari anggaran program satu miliar satu kelurahan dijalankan secara maksimal maka Pangkalpinang bebas rumah tidak layak huni 2018 akan segera terwujud.

" Sampai saat ini, kita masih optimis Pangkalpinang sejahtera 2018 akan terwujud, salah satunya Pangkalpinang bebas rumah tidak layak huni," ujarnya kepada bangkapos.com, Selasa (05/09/2017).

Dijelaskan Fitriyansyah dari anggaran satu miliar satu kelurahan itu, 40 persennya di gunakan untuk pembangunan atau perbaikan rumah warga yang kurang layak.

Sehingga satu kelurahan itu bisa membangun tujuh unit rumah layak huni dengan asumsi atau rate biaya Rp 40-60 juta dengan ukuran rumah 6x6 meter persegi.

" Dari Rp 1 Miliar, kalau 40 persen berarti ada anggaran Rp 400 juta setiap kelurahan. Kita ambil saja Rp 360 juta setelah potong pajak, administrasi dan lain-lain dibagikan biaya satu rumah misalnya Rp 50 Juta. Jadi setiap kelurahan bisa bangun kurang lebih tujuh unit rumah. Kita ada 42 kelurahan, jadi total bisa bangun 294 rumah layak huni. Itu kalau bangun semua. Kalau di kelurahan yang bangun hanya tiga, sisanya rehab saja, itukan jumlahnya lebih banyak. Makanya kita optimis kalau ini berjalan Pangkalpinang bebas rutilahu 2018 akan tercapai," jelasnya.

Pembangunan rumah layak huni, tersebut lanjutnya, baru dari anggaran APBD, belum kalau ada bantuan dari pemerintah pusat misal dari kementerian PUPera, Provinsi bahkan dari dana CSR pihak ketiga, atau perusahaan di Pangkalpinang.

" Tahun ini, saja kita ada bantuan csr untuk tiga unit rumah yakni dari Bank Sumsel Babel . Satu unit untuk pembangunan dan dua unitnya untuk rehab saja, " ucapnya.(*)

Penulis: zulkodri
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help