Tiap Tahun, Patung Seharga Jutaan Rupiah Ini Dibakar Warga Tionghoa Babel

Tengah malam menuju, Selasa (5/9), umat Konghucu dan etnis tionghoa menggelar sembahyang rebut.

Tiap Tahun, Patung Seharga Jutaan Rupiah Ini Dibakar Warga Tionghoa Babel
Ritual Sembahyang Rebut 

BANGKAPOS.COM -- Tengah malam menuju, Selasa (5/9), umat Konghucu dan etnis tionghoa menggelar sembahyang rebut.

Ritual yang digelar tiap tahun ini adalah buaya yang telah dilakukan turun-temurun.

Dikutip dari laman contenttugas.wordpress.com, adat kepercayaan warga Tionghoa mempercayai bahwa pada tanggal 15 bulan 7  tahun imlek (Chit Ngiat Pan), pintu akherat terbuka lebar dimana arwah-arwah yang berada di dalamnya keluar dan bergentayangan.

Patung Thai Se Ja acara Sembahyang Rebut di Kelenteng Kuto Panji Belinyu
Patung Thai Se Ja acara Sembahyang Rebut di Kelenteng Kuto Panji Belinyu (bangkapos.com/Edwardi)

Arwah-arwah tersebut turun ke dunia dengan keadaan terlantar dan tidak terawat, sehingga para manusia akan menyiapkan ritual khusus untuk diberikan kepada mereka berupa pemberian bekal, seperti makanan, minuman dan buah-buahan.

Selain itu juga disediakan rumah-rumahan yang terbuat dari kertas, uang dari kertas dan baju-baju dari kertas pula yang memang diperuntukkan bagi para arwah.

Sembahyang Rebut dan Chit Ngiat Pan
Sembahyang Rebut dan Chit Ngiat Pan (Bangka Pos/ Resha Juhari)

Oleh sebab itu setiap tanggal 15 bulan 7 tahun imlek (Chiat Ngiat Pan), warga Tionghoa di Provinsi Bangka Belitung selalu mengadakan ritual sembayang rebut atau yang sering disebut Chiong Si Ku di setiap kuil dan kelenteng dimana puluhan umat memberikan penghormatan yang diiringi dengan panjatan doa keselamatan dan keberkahannya.

Selain dikunjungi oleh warga Tionghoa yang memang ingin mengikuti ritual sembayang, juga datang warga lainnya yang memang sekedar ingin menyaksikan ritual yang dipenuhi dengan nuansa mistis ini dengan berbagai keunikan lainnya.

Pada ritual acara ini, disediakan berbagai jamuan sesaji yang tersusun rapi. Biasanya diletakkan diatas bangunan khusus yang terbuat dari kayu dan papan. Terkadang dibuat dalam 2 tingkat (bersusun dua lantai tempat sesajian).

Terdapat juga patung Dewa Akherat – Thai Se Ja yang dibuat dalam ukuran besar, berbagai patung lain yang terbuat dari kertas seperti patung berbentuk binatang, pesawat, kapal, gedung dan bermacam bentuk lainnya.

Menjelang tengah malam, jamuan-jamuan yang dihidangkan sudah dirasa cukup dinikmati oleh para arwah, sehingga prosesi ritual dilanjutkan dengan upacara rebutan sesaji yang berada di atas altar persembahan.

Halaman
12
Penulis: teddymalaka
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help