Panglima Budi Tikal Berkoar-Koar Sebut Penangkapannya Oleh Polisi Tidak Sah

Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima (42), menolak menanda-tangani berkas pelimpahannya ke Jaksa Kantor Kejari Bangka

Panglima Budi Tikal Berkoar-Koar Sebut Penangkapannya Oleh Polisi Tidak Sah
bangkapos.com/Fery Laskari
Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima (42) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima (42), menolak menanda-tangani berkas pelimpahannya ke Jaksa Kantor Kejari Bangka.

Bahkan, tersangka 'otak' kerusuhan di Jeliti Sungailiat Bangka itu berkoar-koar menyatakan penangkapan yang dilakukan polisi padanya, tidak sah.
.
Bermula saat, Tubagus Budi Firbani alias Budi Tikal alias Panglima dikeluarkan dari balik penjara Polres Bangka oleh penyidik setempat, Rabu (6/9/2017),

Saat itu, Panglima dibawa ke sebuah ruangan Sarreskrim, dan diminta menanda-tangani berkas pelimpahannya ke Kantor Kejari Bangka. Namun rupanya, Panglima menolak.

"Saya tidak mau tanda tangan. Pokoknya saya tidak mau," katanya di hadapan penyidik kepolisian.

Penolakan itu membuat petugas sempat kewalahan. Beberapa menit negosiasi agar Panglima menanda-tangani berkas, tetap saja tak terlaksana. Panglima tetap bersikeras menolak. "Saya tetap tidak mau tanda-tangan," katanya.

Alhasil, walau berkas tak ditanda-tangani, namun Penyidik Satreskrim Polres Bangka tetap, membawa pria ini menuju kantor jaksa menggunakan mobil dinas, dan pengawalan ketat, Apapun yang terjadi, tersangka tetap digelandang menuju Kantor Kejari Bangka di Sungailiat.

Dan tidak seperti biasanya, sejak Panglima dikeluarkandari dalam sel, hingga perjalanannya menuju Kantor Jaksa, beberapa polisi mengabadikan momen itu menggunakan video camera sebagai bukti.

Tak ada perlakukan kasar dari petugas, selama proses tahap dua berlangsung. Petugas kepolisian sepertinya tak ingin 'terjebak walau sebenarnya, diantara mereka terlihat seperti orang sedang kesal atau jengkel melihat kelakuan Panglima terus berkoar-koar menolak menada-tangani berkas yang dimaksud.

Ketika sampai di halaman kantor jaksa, Panglima turun dari mobil dinas polisi, dalam kondisi tangan terborgol.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved