SKTM Tidak Berlaku Lagi, RSUD Sejiran Setason Kebanjiran Protes

RSUD Sejiran Setason salah satu pihak yang terkena imbas pasca tidak diberlakukannya lagi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

SKTM Tidak Berlaku Lagi, RSUD Sejiran Setason Kebanjiran Protes
bangkapos.com/Vicqie WSW
Ilustrasi gedung rawat inap kelas tiga RSUD Sejiran Setason Bangka Barat (9/2/2015).

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- RSUD Sejiran Setason salah satu pihak yang terkena imbas pasca tidak diberlakukannya lagi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat tertanggal 1 September 2017 lalu.

Hal ini diungkapkan Plt Direktur RSUD Sejiran Yudi Widyansa kepada bangkapos.com, Rabu (6/9/2017).

Diakui Yudi, pasca adanya surat edaran Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat nomor : 440/487/1.2.1.1./2017 tanggal 27 Februari 2017 perihal edaran bahwa terhitung tanggal 1 September 2017 SKTM tidak diberlakukan lagi, pihaknya kebanjiran protes dari pasien pemegang SKTM.

Baca: Pemegang SKTM Gigit Jari, Perawatan dan Pengobatan Tidak Lagi Gratis!

Tak hanya protes, bahkan diakui Yudi sejumlah staf dan karyawan RSUD Sejiran Setason menjadi sasaran kemarahan pasien pemegang SKTM.

"Petugas Kami di RSUD yang pertama kali dimarah-marah pasien ketika kami sampaikan SKTM tidak berlaku lagi. Apalagi yang masuk IGD dengan gawat darurat. Kemarin sudah kami sampaikan ke komisi satu waktu bahas anggaran ABT, seharusnya ada sosialisasi dahulu dari dinkes ke seluruh kades sebelum menyatakan tidak berlaku lagi," sesal Yudi.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved