Leher Digorok, Tubuh dan Tangan Dibacok Zainudin Nggak Mati, Pelaku Mengira Punya Jimat

Kesadisan ini terlihat dalam reka ulang atas tewasnya Zainudin, warga asal Madura di perladangan singkong dan tebu

Leher Digorok, Tubuh dan Tangan Dibacok Zainudin Nggak Mati, Pelaku Mengira Punya Jimat
SURYAMALANG.COM
Tersangka pembunuhan Zainuddin memperagakan cara membunuh korban dalam rekontruksi pembunuhan di ladang singkong Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (5/9/2017). 

BANGKAPOS.COM, KEDUNGKANDANG - Sadis, inilah perlakuan yang diterima Zainudin sampai nyawanya melayang.

Kesadisan ini terlihat dalam reka ulang atas tewasnya Zainudin, warga asal Madura di perladangan singkong dan tebu di samping dam rolak Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, Selasa (5/9/2017).

Polisi melakukan rela ulang atas peristiwa itu di lokasi penemuan mayat Zainudin di samping rolak itu. Di lokasi itu pula, Zainudin dibantai oleh enam orang tersangka.

Terdapat 27 adegan dalam rela ulang yang diikuti oleh enam orang tersangka, M Mas'ud, Yeni Dedy Saputra alias Fani, Taufik, V, S, dan RD. Tiga inisial terakhir adalah pelaku yang usianya masih 17 tahun dan 16 tahun (anak-anak). Satu di antara pelaku adalah perempuan, RD.

Memakai baju tahanan berwarna oranye, mereka mengikuti reka ulang mulai pukul 09.30 WIB. Reka ulang kejahatan yang terjadi Rabu (30/8/2017) itu hanya berjalan sekitar 1 jam karena daerah itu steril dari penonton.

Menyaksikan reka ulang itu, terlihat kesadisan para tersangka. Reka ulang dimulai dari berkumpulnya tujuh orang (pelaku dan korban) di sisi selatan dam rolak. Jalan di sisi selatan itu sekaligus tanggul yang memisahkan dam dengan area perladangan. Di tempat itu pula terjadi adu mulut.

Di tengah cekcok itu, salah satu pelaku Mas'ud menendang Udin sampai terjatuh ke ladang. Tinggi tanggul itu sekitar 1,5 meter dari tanah ladang. Meskipun ditendang, Udin masih bisa merangkak naik.

Ketika sampai di atas, ia meminta maaf. Permintaan maaf itu disampaikan kepada Yani alias Fani, yang tidak lain pacar RD. Meskipun telah meminta maaf, Udin kembali ditendang.

Tendangan kedua membuat Udin kembali terjatuh. Ketika berada di tanah ladang lagi, seorang pelaku membacok leher Udin. Udin mencoba memegangi kepalanya memakai kedua tangan. Namun kedua tangannya juga dibacok oleh pelaku, dan kemudian ia juga dipukul memakai bambu.

Namun Udin masih bisa bangun dan berlari. Ia berlari sejauh 25 meter dari lokasi ia ditendang. Ia kemudian terjatuh lagi. Di lokasi ini, ia dieksekusi sampai akhirnya nyawanya melayang.

Halaman
123
Editor: edwardi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help