Plt Kadis Kesehatan Bangka Barat Sebut Kepemilikan SKTM Tidak Tepat Sasaran

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Kasnetty menilai penggunaan dan kepemilikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak tepat sasaran

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Kasnetty menilai penggunaan dan kepemilikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak tepat sasaran.

Hal inilah yang menjadi alasan pihaknya menghentikan pembuatan SKTM dan mengalihkan ke Kartu Bangka Barat Sehat (KBBS).

Baca: Waduh, Selain SKTM, RSUD Sejiran Setason Juga Tidak Melayani Pasien Jampersal

Dikonfirmasi bangkapos.com, Kamis (7/9/2017), Kasnetty mengatakan, Basis Data Terpadu (BDT) Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tahun 2015, jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Bangka Barat hanya berjumlah 2.000 jiwa.

Baca: Pemegang SKTM Gigit Jari, Perawatan dan Pengobatan Tidak Lagi Gratis!

Sementara tercatat sampai saat ini, peralihan penggunaan SKTM ke KBBS mencapai 17.000 jiwa. Kasnetty mensinyalir, sejumlah masyarakat mampu juga turut mencetak KBBS. Untuk itu, kedepan pihaknya akan melakukan verifikasi dan pendataan ulang.

" Kenapa kami stop SKTM, karena kami nilai tidak tepat sasaran. Dari data BDT 2015 hanya 2.000 penduduk Babar yang dinyatakan tidak mampu. Tapi prkatiknya ada 17.000 yang beralih dari SKTM ke KBBS sekarang. Makanya nanti melalui Dinsos akan kami verifikasi ulang warga yang berhak memegang KKBS," tegas Kasnetty di ruang kerjanya.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved