BangkaPos/

Tangis Haru Warnai Dzikir dan Doa Bersama Untuk Warga Rohingya

Tangis haru disertai lantunan doa mewarnai malam dzikir dan doa bersama terhadap penderitaan warga Rohingya

Tangis Haru Warnai Dzikir dan Doa Bersama Untuk Warga Rohingya
bangkapos.com/Zulkodri
Ratusan warga di Pangkalpinang yang mengikuti kegiatan dzikir dan doa bersama do Alun-alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang, Kamis (07/09/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tangis haru disertai lantunan doa mewarnai malam dzikir dan doa bersama terhadap penderitaan warga Rohingya yang digelar di Alun-Alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang, Kamis (07/09/2017) malam.

Pantauan bangkapos.com di lapangan sejak pukul 19.30 WIB satu persatu peserta dzikir dan doa bersama mulai berkumpul di ATM.

Di tengah rintik hujan yang mulai turun, tidak mengurangi antusias peserta untuk berdoa agar warga rohingya bebas dari kekerasan dan penindasan.

Dalam sambutannya, inisiator kegiatan, Tomo Yudha Prawira menyampaikan kegiatan doa dan dzikir bersama ini, merupakan kegiatan yang bersifat mendadak, tetapi mendapat suport dan dukungan dari organisasi kepemudaan maupun komunitas yang ada di Bangka Belitung.

Tercatat ada, 121 organisasi kepemudaan maupun komunitas yang hadir dalam kegiatan tersebut, hadir juga perwakilan dari MUI Babel maupun Pangkalpinang.

" Kegiatan ini, sama sekali tidak ada rencana, sifatnya mendadak sebagai bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat Rohingya. Kita sedih, kita ingin teriak, kita ingin melawan. Daripada kita mencaci maki, lebih baik kita berdoa. Alhamdulilah walaupun hanya lewat pesan Whatsup. Bahkan kawan kita organisasi dari komunitas Katolik, Kristen, Hindu dan Budha juga turut mensuport, " ucapnya.

Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saharudin mewakili Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengaku salut dan bangga atas kegiatan ini.

" Kegiatan ini, berlangsung dengan harapan melalui doa, penderitaan warga Rohingya akan dikurangi allah. Kalau disini hadir kawan kita dari Katolik dan Kristen. Saya teringat saat idul fitri lalu, dimana pihak gereja memperselihakan mengunakan lahannya untuk parkir bagi jamaah yang menjalankan shalat idul fitri. Begitu indah keragaman itu, damai rasanya," ujarnya.

Atas Dasar Kemanusian

Dalam Tausyiah, Ustad Hendi Kurnia mengatakan kekuatan doa merupakan salah satu kekuatan utama dalam membantu saudara muslim di Rohingya.

" Kedatangan kita disini, bukan berbicara perbedaan agama, tidak berbicara politik. Tetapi murni atas dasar kemanusian. Apakah kita tidak terketuk pintu hatinya melihat penindasan dan kekerasan, sehingga anak-anak menjadi korban, " ujarnya.

Dikatakan Ustad Hendi Kurnia, saat ini, warga Rohingya sedang diuji oleh ALLAH. Namun dirinya yakin ujian tersebut, merupakan cara Allah memuliakan dan menaikkan derajat mereka.

" Semoga dibalik ujian ini, cara ALLAH memulikan mereka, mengangkat derajat mereka, karena seluruh dunia mendoakan. Demi allah nanti kita akan diminta pertanggungjawaban, berdiri daerah mana. Dengan doa kita malam ini, harapan kita penderitaan mereka disana dibebaskan oleh Allah," ucapnya.

Acara ditutup dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Dede Purnama.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help